Rabu, 3 Juni 2020

Longsor Timbun Lahan Pertanian di Sukabumi, Petani Merugi Ratusan Juta Rupiah

- 9 April 2020, 13:50 WIB
LONGSOR yang menimpa lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi.* /Ahmad Rayadie/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Puluhan hektar lahan pertanian di Kampung Cisure, Desa Lebak Nangka, Kecamatan Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 9 April 2020 habis tertimbun tanah longsor.  Tanaman padi yang diperkirakan memasuki musim panen, kini tidak tersisa. 

Lahan pertanian puluhan petani sama sekali tidak tersisa. Mereka mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah, pasca tanaman pagi habis tersapu lumpur dan batu cadas. Petani kini dihadapi gagal panen, karena tanaman padi yang telah berumur masa panen habis tertimbun. 

Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat musibah tanah longsor terjadi, para petani telah berada di rumahnya. Karena saat bencana, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. 

Baca Juga: Perjalanan Karier Glenn Fredly Semasa Hidup, dari Vokalis Band hingga Main Film

"Tidak ada korban jiwa, hanya saja petani merugi akibat lahan pertanian  tertimbun lumpur, batu, dan material tanah longsor lainnya. Saat bencana para petani telah berada di rumah masing-masing. Lahan pertanian cukup jauh dari pemukiman rumah warga, " kata warga Kampung Lebak Nangka, Kohar. 

Kohar mengatakan, bencana kali ini cukup mengangetkan warga, terutama para petani. Mereka sama sekali tidak menyangka bencana tanah longsor benar-benar terjadi. Apalagi sehari sebelumnya, tidak ada tanda-tanda bukit yang berada tidak jauh dari di areal pertanian akan ambrol dan menimpa lahan pertanian.

Baca Juga: Punya Balai Laboratorium Sendiri, Jabar Komitmen Percepat Penangangan COVID-19

"Kami sempat mendengar ada suara dentuman keras, saat bencana tanah longsor terjadi," katanya. 

Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna membenarkan bencana tanah longsor di sana. Kendati tidak ada korban jiwa, tapi bencana telah menimbun puluhan hektar lahan pertanian

Baca Juga: Wali Kota Sukabumi dan Anggota DPR Sumbangkan Gaji untuk Penanganan COVID-19

"Sebagian besar tanaman padi yang siap panen habis tertimbun material tanah. Petani kini tidak bisa bercocok tanam karena seluruh lahan tertimbun tidak tersisa," katanya. 

Daeng Sutisna mengatakan, petugas dan relawan telah melakukan langkah antisipasi untuk menindaklanjuti khawatir ada korban jiwa.  Namun setelah dilakukan koordinasi dengan aparat warga, kedusunan, Desa dan kecamatan dinyatakan tidak ada warga hilang. "Tidak ada korban jiwa dalam musibah kali ini," katanya.  ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X