Jumat, 29 Mei 2020

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Usulkan PSBB Klaster Jabodetabek

- 8 April 2020, 12:22 WIB
Kang Emil saat rapat terbatas via video conference dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa 07 April 2020. /Dok Humas Pemprov Jabar

PIKIRAN RAKYAT - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kawasan Bogor - Depok - Bekasi, Jawa Barat, masuk ke Klaster DKI Jakarta dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang baru saja disetujui Menteri Kesehatan RI.

Kang Emil menyampaikan langsung usulan itu kepada Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin saat rapat terbatas via video conference dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa 07 April 2020.

Ikut dalam rapat terbatas jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.

Baca Juga: Cegah Covid-19 di Lingkungan, Ibu-ibu PKK Produksi Masker Kain untuk Warganya

Menurut Kang Emil, PSBB yang sudah diberlakukan di DKI Jakarta perlu juga mencakup semua wilayah di Bodebek dikarenakan 70 persen persebaran COVID-19 secara nasional berada di kawasan Jabodetabek.

Untuk itu, Kang Emil mengusulkan namanya bukan Klaster DKI Jakarta tapi Klaster Jabodetabek.

"Hampir 70 persebaran persebaran COVID-19 ada di Jabodetabek. Ini mengindikasikan semua terpusat di klaster itu. Maka usul saya tetapkan saja apa yang sudah ditetapkan di DKI Jakarta kepada Kota - Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok," katanya.

Baca Juga: Persib Unggul Tipis dari Kerala Blasters, Butuh Dukungan Penuh Bobotoh untuk ke 8 Besar

Menurutnya, kasus positif yang banyak di kawasan Jabodetabek ditambah Bandung Raya menguatkan indikasi bahwa pola persebaran COVID-19 bersifat urbanitas.

"Semakin ke kota semakin banyak, semakin kabupaten semakin sedikit kasusnya," sebut Kang Emil.

Kang Emil berpendapat, bila hanya DKI Jakarta saja yang menerapkan PSBB hasilnya tidak akan signifikan karena mobilisasi warga dari kawasan Bodebek ke Jakarta terbilang tinggi.

Baca Juga: Kajian Ilmiah, Tembakau Dipanaskan Lebih Rendah Risiko daripada Rokok

Halaman:

Editor: Rahmad Maulana


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X