Sabtu, 30 Mei 2020

Kota Bogor Kekurangan Tenaga Kesehatan untuk Menangangi Pasien COVID-19

- 7 April 2020, 16:07 WIB
DINAS Kesehatan Kota Bogor melaksanakan rapid test untuk mendeteksi virus corona di GOR Pajajaran Kota Bogor.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Kota Bogor mulai kekurangan tenaga kesehatan untuk menangani pasien COVID-19. Sejak Senin 5 April 2020, Pemerintah Kota Bogor membuka kesempatan kepada relawan medis untuk mencukupi kebutuhanan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Berdasarkan data sementara, saat ini jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor sudah mencapai 41 kasus, 7 orang di antaranya meninggal dunia, dan 34 orang dalam perawatan.

Sementara pasien dalam pengawasan mencapai 79 orang, dengan perincian 23 sembuh, 38 dalam pengawasan, dan 18 orang meninggal dunia. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga kini berjumlah 811 orang, dengan perincian 416 selesai dipantau, dan 395 orang dalam pemantauan.

Baca Juga: Siapkan RS Darurat COVID-19, Erick Thohir: Mampu Tes 1.300 Sampel Virus Corona per Hari

Dari poster yang diunggah Pemkot Bogor melalui media sosialnya, Pemerintah Kota Bogor masih kekurangan 19 dokter dari 35 kebutuhan yang ada. Selain itu, Pemkot Bogor juga membuka relawan medis untuk tenaga perawat ICU dan perawat umum.

Untuk perawat ICU, dari total kebutuhan 16, saat ini masih kurang 8, sementara untuk perawat umum, dari total kebutuhan 39, masih kurang 29 perawat. Total kebutuhan tenaga medis tambahan sebanyak 56 relawan. 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, Pemerintah Kota Bogor sudah mengajukan 56 relawan melalui Ikatan Dokter Indonesia. Pengajuan itu tertuang dalam surat permohonan bantuan tenaga relawan medis yang dikeluarkan dengan nomor 446/232-umum.

Baca Juga: Pabrikan Mobil ini Pinjamkan 1.500 Mobil untuk Tenaga Medis Atasi COVID-19

“Para relawan tenaga medis ini harus memenuhi beberapa persyaratan khusus seperti mendapatkan persetujuan orang tua atau pasangan, memiliki surat tanda registrasi, dan bersedia ditempatkan di faskes COVID-19 selama 28 hari,” kata Dedie A Rachim.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X