Kabupaten Cianjur Dihadapkan Persoalan Pemudik di Tengah Pandemi COVID-19

- 7 April 2020, 15:27 WIB
Sejumlah petugas kepolisian setempat melakukan penyekatan di kawasan Puncak, Cianjur, beberapa waktu lalu. Pengawasan dan pembatasan masuknya pemudik dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, karena Cianjur saat ini masih berstatus zona hijau.* /SHOFIRA HANAN/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 13 ribu orang tercatat kembali ke Kabupaten Cianjur di tengah pandemi corona. Tingginya arus mudik dari luar Cianjur itu, dinilai menjadi kendala bagi pemerintah untuk mencegah dan menekan angka penyebaran virus COVID-19.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, belasan ribu pemudik itu terdata by name by address di setiap kecematan seluruh Cianjur. Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, arus kembalinya masyarakat dari luar kota menjadi masalah krusial saat ini.

“Soalnya, mereka datang dari berbagai daerah termasuk yang zona merah. Sementara Cianjur itu saat ini masih zona hijau dan kami khawatir malah jadi berubah karena masuknya pendatang,” ujar dia, Selasa 7 April 2020.

Baca Juga: THR dan Gaji ke-13 bagi TNI, Polri, dan ASN sudah Disediakan

Ia mengaku, khawatir dengan kondisi yang terjadi. Bukan tanpa sebab, sejauh ini rata-rata pasien COVID-19 yang dinyatakan positif merupakan warga luar Cianjur. Sementara untuk warga lokal sendiri, saat ini tidak ada yang dinyatakan positif.

loading...

Hingga saat ini, tercatat ada 18 pasien dalam pengawasan (PDP) dengan status 7 orang selesai dua diantaranya meninggal dunia, dan tersisa 11 orang. Kemudian ada 416 orang dalam pemantauan (ODP) dengan status 84 orang selesai, dan 332 lainnya masih dalam pengawasan.

Lebih lanjut dikatakan, Herman pun berupaya untuk menekan jumlah tersebut sekaligus mencegah adanya pasien positif di Cianjur. Oleh karena itu, pihak berwenang pun membentuk tim penjaga pos di perbatasan Cianjur dengan kabupaten/kota lain.

Baca Juga: Tes Kepribadian Gambar: Hal Pertama yang Dilihat Ungkap Cara Seseorang Jatuh Cinta

“Ada beberapa posko yang disiagakan, seperti di Cipanas, Puncak, Haurwangi, Cikalongkulon, Jonggol-Purwakarta, Gekbrong-Sukabumi, dan Naringgul,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X