Senin, 25 Mei 2020

Tak Ada Lockdown, Jalan Protokol Purwakarta Ditutup Pada Malam Hari

- 31 Maret 2020, 19:17 WIB
POLISI membubarkan warga yang berkerumun di pinggir Jalan Pahlawan Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu untuk mencegah penyebaran virus corona. * /Hilmi Abdul Halim/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah daerah dan Kepolisian Resor Purwakarta akan menutup sejumlah ruas jalan protokol pada malam hari. Keputusan itu menindaklanjuti instruksi Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sebagai pengganti karantina wilayah.

"Penutupan jalan untuk mencegah penyebaran virus corona dan di ruas jalur protokol merupakan pusat pertokoan dan tempat kumpul masyarakat saat malam hari," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta Ajun Komisaris Zanuar Cahyo Wibowo, Selasa, 31 Maret 2020.

Ruas jalan yang ditutup untuk sementara meliputi Jalan Veteran-Sudirman dan Jalan RE Martadinata. Penutupan itu dilakukan hanya pada pukul 19.00 hingga 24.00 mulai 31 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan ke depannya.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Sederhana, Tya Ariestya Dikadoi Karangan Bunga dari Uang Rp 50.000

"Penutupan mulai dari Pos Polisi 3.A (Taman Pembaruan) Pertigaan Haji Iming, Pertigaan Patung Enggrang, Pertigaan SKP, Pertigaan BTN, Gedung Dakwah dan Pertigaan Combro," kata Zanuar merinci jalan yang ditutup.

Ruas jalan yang disebutkan itu akan ditutup menggunakan alat pembatas (barrier) dan diawasi oleh petugas polisi. Zanuar menyebutkan semua orang dan kendaraan tidak diperbolehkan melintas kecuali kalangan tertentu.

"Yang diperbolehkan hanya kendaraan logistik, pembawa kebutuhan pokok masyarakat, ojek online yang melayani pelayanan pembelian makanan dan masyarakat yang akan menuju pelayanan kesehatan," tuturnya.

Baca Juga: Gratis, Listrik 450 VA Selama Bulan April, Mei, dan Juni 2020

Zanuar pun meminta masyarakat memaklumi penutupan itu untuk mencegah penyebaran virus corona. Karena, meskipun masyarakat telah diminta menjaga jarak fisik (physical distancing) ia mengakui banyak di antaranya yang masih melakukan aktivitas secara berkerumun terutama pada malam hari.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Purwakarta sepakat untuk tidak melakukan karantina wilayah atau lockdown lokal menyikapi penyebaran virus corona. Sebagai gantinya, pemerintah daerah akan melakukan pembatasan operasional kendaraan.

Baca Juga: Hadapi COVID-19, Simak 3 Cara Semprot Disinfektan yang Baik dan Benar di Area Ruang Tamu

Salah satunya, membatasi moda transportasi umum yang keluar-masuk wilayah Purwakarta. Namun, kebijakan tersebut juga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena terkendala landasan hukum dari pemerintah pusat.

"Kami masih menunggu Peraturan Pemerintah yang menjadi aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika beralasan. Meskipun demikian, ia meminta jajarannya untuk mempersiapkan diri. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X