Kamis, 28 Mei 2020

90.000 Warga Kota Bogor Diprediksi Terdampak Kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar

- 31 Maret 2020, 17:11 WIB
ILUSTRASI sembilan bahan pokok (sembako).* /DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 90.000 warga Kota Bogor diprediksi terdampak kebijakan pembatasan sosial skala besar.  Mereka yang terdampak merupakan masyarakat ekonomi kelas bawah, yang kehilangan sumber mata pencaharian.  Pemerintah Kota Bogor pun sedang menyiapkan skema bantuan pangan yang diberikan per 14 hari selama masa pembatasan sosial skala besar berlangsung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Annas S Rasmana mengatakan, angka  90.000 tersebut merupakan prediksi perhitungan kasar yang  masih perlu diverifikasi. 

“Itu baru prediksi awal, ada kurang lebih segitu.   Verifikasinya dari  status keluarga miskin, atau  masyarakat ekonomi kelas bawah yang kehilangan mata pencaharian semisal ojek online, pengemudi becak, ojek, PKL, supir angkot, usaha mikro dan lainnya,” ujar Annas kepada Pikiran-Rakyat.com Selasa, 31 Maret 2020.

Baca Juga: Rapid Test Covid-19, Atlet dan Tim All England 2020 Negatif Corona

Menurut Annas, Pemerintah Kota Bogor melalui Tim Penanggulangan Terdampak Covid-19  sedang memikirkan skema terkait bantuan yang akan diberikan kepada 90.000 warga terdampak tersebut.  Bentuk bantuan pangannya berupa beras sebesar  5 kg,  gula 1kg, minyak 1 kg,  makanan kaleng, vitamin C, mie instan, terigu, dan bahan pokok lainnya.

“Ini baru rencananya,  angka itu di luar  masyarakat yang menerima bantuan dari provinsi atau pusat. Makanya ini sedang diverifikasi ulang,” ujar Annas.

Mengenai  sumber anggaran sendiri, Pemkot Bogor masih mengupayakan dari pergeseran anggaran seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).  Beberapa anggaran memang sudah digeser untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: Covid-19 Meluas, JNE Tutup Sementara Layanan YES Sejumlah Daerah

“Distribusinya kapan, sedang dipikirkan, kita sedang hitung kebutuhan total sampai tiga bulan ke depan,” ucap Annas.

Cadangan pangan

Kepala  Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Soni Gumilar mengatakan, saat ini Pemkot Bogor juga  sedang menghitung ulang cadangan pangan pemerintah. Saat ini cadangan beras Kota Bogor untuk menghadapi kerawanan pangan atau musibah masih berkisar 22,1 ton.

Baca Juga: WHO Ungkap Alasan ‘Physical Distancing’ Lebih Baik daripada ‘Social Distancing’

“Di 2019 kita ada stok 8,1 ton. Itu tidak tersalurkan karena tidak ada musibah. Di 2020 ini ada 14 ton beras,  dan belum dipergunakan,” kata Soni.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X