Kamis, 28 Mei 2020

Imbas Pandemi Virus Corona, Ekspor Mangga Gedong Gincu ke Eropa dan Asia Terhenti

- 30 Maret 2020, 10:41 WIB
DUBES RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi berfoto bersama dengan Direktur Komersial Manggo Impeks, Natalia Staver sambil menunjukkan mangga asal Sumedang.* /

PIKIRAN RAKYAT - Ekspor mangga gedong gincu ke berbagai negara di Eropa dan Asia, terhenti akibat dampak wabah pandemi virus Corona (Covid-19). Padahal, mangga gedong gincu merupakan komoditas unggulan dari Kabupaten Sumedang.

“Ekspor mangga gedong gincu ke beberapa negara di Eropa dan Asia, sekarang lagi lumpuh.  Bahkan pasar buah tempat para petani memasarkan hasil panennya di Cibitung  Kabupaten Bekasi, rencananya akan ditutup,” ujar Ketua Asosiasi Petani Mangga Kab. Sumedang, Inta Suminta ketika dihubungi di Sumedang, Minggu 29 Maret 2020.  

Baca Juga: Waspada Impor Virus Corona, Tiongkok Batasi Akses Masuk dari Luar Negeri

Ia mengatakan, dirinya bersama para petani lainnnya sudah memiliki  mitra usaha  yang pangsa pasarnya ekspor ke berbagai negara di Eropa. Sayangnya,  setelah beberapa negara di Eropa ikut terkena wabah pandemi virus Corona, semua ekspor dihentikan, dari 2 bulan yang lalu.

“Para eksportir baru merencanakan kembali mengekspor buah-buahan,  setelah wabah Corona musnah. Diharapkan ekspor buah-buahan, terutama mangga gedong gincu, bisa kembali normal sekitar Bulan September 2020 nanti,” tutur Inta.

Baca Juga: Legenda Tato Berikan 100 Persen Keuntungan demi Bantu Lawan Virus Corona

Awalnya, kata Inta, ekspor yang dihentikan cuma ke Tiongkok saja. Pasalnya, Tiongkok menjadi negara pertama yang terjangkit virus yang mematikan tersebut. “Justru sekarang, ekspor mangga gedong gincu ke Tiongkok dan Rusia sudah mulai dibuka kembali. Karena Tiongkok sudah mencapai tahap pemulihan dari penyebaran Corona,” katanya.

Bahkan Jumat 27 Maret 2020 lalu, lanjut Inta, Rusia sudah  minta sampel mangga gedong gincu lagi. Hanya saja, para petani sekarang belum ada yang panen. Kendala lainnya, para  eksportir kesulitan mencari pesawat terbang untuk pengiriman barang. Kalau transportasi  lewat laut,  kelamaan hingga risikonya bisa busuk di perjalanan.

Baca Juga: Nevi : Relaksasi Kredit bagi Usaha Kecil Belum Ada Realisasinya

Menurut dia,  ekspor yang dihentikan bukan hanya mangga gedong gincu saja, beberapa jenis  buah-buahan lainnya kena imbasnya. Termasuk, komoditas sayuran. “Bahkan informasi dari para  petani sayur, bahwa Pasar Buah Cibitung di Kab. Bekasi rencananya akan ditutup. Dengan kondisi seperti ini, para petani mangga gedong gincu terancam gulung tikar,” ujarnya.

Disinggung peluang  pasar lokal, Inta menjelaskan, jika pasar di wilayah Jabodetabek ditutup, dirinya bersama para petani lainnya akan menjual ke Pasar Jatibarang Indramayu  atau pasar lokal lainnya. Hanya saja, kapasitasnya relatif kecil. 

Baca Juga: Tertular Almarhum Suami, Mantan Pasien COVID-19 Ceritakan Kronologi Sakitnya pada Ganjar Pranowo

Ia menambahkan, dengan terhentinya ekspor mangga gedong gincu, para petani sangat berharap agar wabah virus Corona segera berakhir. Selain itu juga, perdagangan ekspornya tidak terlalu lama ditutup. “Sebab, kalau ditutup terlalu lama, kelangsungan hidup para petani manga gedong gincu akan semakin terpuruk,” ujar  Inta. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X