Senin, 25 Mei 2020

Jumlah Penumpang yang Turun di Ciamis Melonjak, Mayoritas dari Bandung dan Jakarta

- 28 Maret 2020, 14:48 WIB
Beberapa calon penumpang di Terminal Bus Ciamis melakukan jaga jarak seiring dengan tingginya ancaman penyebaran virus corona, Jumat ( 27/3/2020). Penerapan physical distancing tidak hanya dengan menempel tulisan, tetapi juga melakban kursi. Selain itu juga menyediakan wastafel untuk temoat cuci tangan.* /NURHANDOKO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Ancaman virus corona yang belakangan ini sudah menyebar di seluruh wilayah, tidak pelak membuat khawatir seluruh masyarakat, terutama yang berada di daerah yang masuk dalam zona merah. Tidak pelak banyak perantau yang memaksakan diri pulang ke kampung atau mudik, yang berdampak semakin tingginya risiko penyebaran virus corona (Covid-19) di daerah.

Sesuai standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, warga yang baru datang dari daerah zona merah, diantaranya Jakarta, Bandung dan sekitaranya masuk kategori Orang Dalam Pengawasan. Seiring perkembangan clusternya bertambah selain ODP masih ada Orang Tanpa Gejala (OTG). Dengan demikian jumlah ODP dan OTG meningkat.

Semakin banyak warga yang mudik, hal itu juga dirasakan di wilayah tatar galuh Ciamis. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya penumpang yang turun di terminal bus Ciamis. Hanya saja tidak seluruh penumpang yang naik angkutan atau bus turun di Ciamis, hanya sebagian keci. Hal itu juga berkenaan terminal Ciamis hanya lintasan, bukan pemberangkatan.  

Baca Juga: 8.400 Alat Tes Corona Diprioritaskan untuk ODP, Ganjar Pranowo: yang Sehat Tenang Saja

Meningkatknya penumpang tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pehubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis Endang Sutrisna. Dia mengungkapkan peningkatan itu sudah berlangsung sejak masifnya pemberitaan ancaman virus corona (Covid-19). Hanya saja jika menilik jumlahnya tidak terlampau banyak jika dibandingkan masa libur.

“Memang ada peningkatan, dibandingkan hari biasa yang belakangan ini sepi penumpang. Hanya saja kenaikannya tidak begitu signifikan. Sejak beberapa hari lalu, penumpang yang turun di Terminal Bus Ciamis dari Jakarta, Bandung dan sekitarnya rata-rata hanya 30 orang per hari. Itu lebih tinggi dibanding biasa yang hanya sekira 15 orang atau 25 orang,” tutur Endang Sutrisna.  

Dia mengaku tidak semua penumpang angkutan umum terpantau. Hal itu disebabkan karena sebagian naik elf yang tidak masuk terminal, akan tetapi langsung ke terminal di daerah seperti Kawali, Sindangkasih dan Banjarsari. Penumpang bus yang masuk, lanjutnya terpatau. Tidak hanya nama bus, akan tetapi juga nama penumpang, asal keberangkatan, jam kedatangan, tujuan.

Baca Juga: 7 Tim Formula 1 Sepakat Kerja Sama Bikin Ventilator untuk Penanganan Virus Corona di Inggris

“Penumpang turun di Ciamis sedikit, karena sebagian tujuan akhirnya bukan Ciamis. Untuk penumpang elf, jumlahnya hampir sama dengan bus. Memang persentase ada peningkatan dibandingkan hari biasa, akan tetapi tidak signifikan. Pemudik yang naik sepeda motor atau kendaraan pribadi tidak terpantau,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X