Rabu, 3 Juni 2020

Pusat Perbelanjaan di Kota Bogor Mulai Tutup, Jam Operasional Pasar Tradisional Akan Dibatasi

- 27 Maret 2020, 16:15 WIB
PASAR Tradisional Kota Cimahi.* /RIRIN NUR FEBRIANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bogor  memilih untuk tutup untuk sementara waktu di tengah wabah corona di Indonesia.  Pemerintah Kota Bogor juga mewacanakan untuk membatasi operasional pasar agar tidak beroperasi 24 jam penuh.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, setidaknya ada empat mal di Kota Bogor yang mengonfirmasi tutup untuk sementara waktu. Mal tersebut, yakni Botani Square, tutup  mulai 26 Maret hingga 7 April 2020, kemudian Mal BTM,  tutup mulai 28 Maret hingga 7 April,  disusul Lippo Plaza Kebon Raya dan Lippo  Plaza Ekalokasari yang tutup dari  27 Maret sampai 9 April 2020.

“Insya Allah mal lain menyusul. Jadi untuk mal, ketika seluruh tenant tutup, maka yang buka hanya supermarket dan apotek.   Operasionalnya pun dibatasi, buka pukul 11.00 dan tutup pukul 20.00,” kata  Kepala Disperindag Kota Bogor Gandjar Gunawan kepada Pikiran-Rakyat.com Jumat, 27 Maret 2020.

Baca Juga: Mantan Sekretaris MA Nurhadi Masih Buron, KPK Sebut Ada Pasal Baru yang Bisa Menjeratnya

Direktur  Mal Lippo Plaza Ekalokasari Hengky Hiantoro, dalam  siaran pers yang diterima Pikiran-Rakyat.com, Jumat  mengatakan, dengan kebijakan penutupan mal,  manajemen mal juga berupaya meringankan  beban pelaku usaha   dengan memberikan keringanan penundanaan pembayaran sewa tenant tanpa denda selama wabah corona. Selain itu, manajemen mal juga membebaskan biaya sewa selama periode  penutupan sementara mal.

“Melalui langkah tersebut kami berharap dapat membantu tenant untuk memprioritaskan  gaji staf serta karyawan dan mengurangi risiko PHK. Semua kebijakan ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab  kami membantu pemerintah  dan rumah sakit untuk memperlambat penyebaran, sejalan dengan himbauan  pemerintah untuk work from home,” kata  Hengky.

Baca Juga: Imbas Persebaran Virus Corona, Pasar Otomotif AS Turun hingga 35 Persen

Selama penutupan mal, Henky mengatakan, selama penutupan mal,  manajemen   akan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan  untuk menyiapkan mal yang  bersih dan higienis bagi penunjung. “Kami terus semangat dan akan terus berusaha membantu untuk melawan Covid-19 di Indonesia.  Kami yakin, Indonesia dapat mengalahkan Covid-19 dan akan membuat Indonesia lebih kuat,” ucap Hengky.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengapresiasi langkah mal-mal di Kota Bogor yang mengambil kebijakan strategis untuk menutup mal sementara waktu.   Saat ini, Dedie juga meminta kepada Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Bogor untuk mengatur operasional pasar. Saat ini beberapa pasar di Kota Bogor beroperasi 24 jam,  kondisi tersebut dikhawatirkan bisa menjadi salah satu sumber penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga: Arus Mudik ke Tasikmalaya Sempat Melonjak Usai Virus Corona Jadi Bencana Nasional

“Ini kita sedang cari solusi, supaya perkembangan Covid-19 bisa ditekan.  Kita lakukan pengetatan jam operasional, sehingga kami harapkan pelaku usaha juga menyesuaikan kondisi di lapangan.  Kalau sudah ada kesadaran,  kita yakin  penyebaran Covid-19 ini bisa ditekan,” kata Dedie.

Hingga kini, Pemkot Bogor sendiri belum memikirkan terkait bentuk bantuan, jika nantinya ada laporan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak dari pembatasan operasional  di sektor swasta ini.  Sejauh ini, Pemkot Bogor belum menerima  laporan adanya perusahaan yang  melakukan PHK.

Baca Juga: Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing Asia

“Kalau tidak ada pengetatan jam operasional, kalau kita masih mentoleransi ini itu, penanganana covid ini akan jadi lama. Kalau kita bisa disiplin, 1 bulan di rumah, ini kita bisa benar-benar menurunkan tingkat risiko, tapi kan kondisinya banyak ini itu,” ucap Dedie. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X