Sabtu, 28 Maret 2020

Curhat ke Anggota Dewan Kabupaten Majalengka, IDI Keluhkan Banyak Hal

- 26 Maret 2020, 16:38 WIB
IDI Kabupaten Majalengka lakukan dialog dengan pimpinan dewan di DPRD Majalengka meminta jaminan perlindungan kesehatan kepada pemerintah dengan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menangani pasien perpapar covid-19, Kamis (26/3/2020).* /TATI PURNAWATI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Pengurus IDI Kabupaten Majalengka datangi gedung dewan untuk menyampaikan permohonan agar Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan perlindungan bagi tenaga medis yang menangani pasien covid-19 serta persiapan secara maksimal terhadap semua kebutuhan untuk penanganan pasien dengan semakin tingginya jumlah pasien yang PDP dan ODP di Majalengka, Kamis 26 Maret 2020.

Ketua IDI Kabupaten Majalengka dr Erni Harleni disertai sekretaris IDI dr. Kristine, dr Dodi M Turmudzi Sp Pd Kristine dan dr Mike Rezeki Sugiarti SpPK MKes dihadapan pimpinan dewan memohon agar pemerintah mempersiapkan secara maksimal jika hal terburuk terjadi.

Kebutuhan yang perlu segera disiapkan saat ini adalah alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan yang saat ini sangat minim bahkan tidak ada, sehingga tenaga medis terpaksa menggunakan alat seadanya.

Baca Juga: Tahun 2021 Akan Jadi Tahun Sibuk untuk Olahraga Indonesia, Menpora Beberkan Penyebabnya

Padahal dokter yang menangani juga sangat mudah terpapar penyakit yang diakibatkan oleh virus tersebut. Belum lagi di tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dan klinik swasta yang di antaranya ada empat Puskesmas yang tidak memiliki transportasi sehingga mereka akan kesulitan ketika ada pasien PDP dan ODP mereka harus mengantar ke Rumah Sakit Rujukan.

loading...

Selain itu Rumah Sakit butuh ruangan untuk menampung para penderita baik PDP apalagi yang sudah positif terpapar. Sementara yang tersedia saat ini di RSUD Majalengka hanya tersedia tiga tempat tidur dan RS Cideres tersedia 6 tempat tidur yang kesemuanya dalam satu ruangan. Karenanya butuh persiapan ruangan jika suatu saat pasien membludak dan tidak bisa ditampung di ruang Rumah Sakit yang ada saat ini.

“Sekarang di Rumah Sakit Majalengka dari tiga tempat tidur telah terisi dua tempat tidur, Rumah Skait Cideres juga sudah terisi. Makanya ruangan isolasi ini harus segera diantisipasi,” ungkap Erni.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Jadikan Hotel Grand Cempaka untuk Tempat Istirahat Tenaga Medis

Dia juga mengatakan soal sarana penunjang dari sisi alur pengiriman sampel yang diambil dari pasien, siapa yang ditugaskan untuk mengirim sampel ke Bandung atau Jakarta dan mengambil hasil tes sementara alat pelindung diri tidak tersedia. Hal ini juga sangat beresiko bagi tenaga kesehatan, baik resiko terpapar dan resiko jumlah tenaga kesehatan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X