Selasa, 31 Maret 2020

Ironis, Pemkot Tasikmalaya Malah Bikin Kerumunan Orang Saat Umumkan Satu Warga Positif Corona

- 25 Maret 2020, 19:00 WIB
Wali Kota Budi Budiman mengumumkan satu warga Kota Tasikmalaya positif corona dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Rabu (25/3/2020). Pengumuman terbuka tersebut justru membuat ajang berkerumun sejumlah pewarta dan pejabat daerah di tengah instruksi pemerintah agar masyarakat menghindari kerumunan dan menjaga jarak guna cegah penyebaran corona.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengumumkan satu warga Kota Tasikmalaya positif COVID-19 atau terjangkit virus corona dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Rabu 25 Maret 2020. Ironisnya, pengumuman dan konferensi pers itu berlangsung di tempat terbuka dan menjadi ajag berkumpul para pewarta dan pejabat daerah.

Budi mengungkapkan, Pemkot telah menerima tiga hasil sampling warga yang telah diteliti oleh laboratorium Rumah Sakit Hasan Sadikin Kota Bandung.

"Dari 3 ini dua negatif dan satu dinyatakan positif," kata Budi dalam siaran langsung Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Rabu pagi. Dua sampel lain saat ini masih dalam penelitian laboratorium.‎

Baca Juga: Tetap Layani Masyarakat DKI Jakarta di Tengah Pandemi Virus Corona, Berat Badan Tina Toon Turun

Atas temuan tersebut, Pemkot pun menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk Kota Tasikmalaya.

loading...

"Setelah KLB, tidak siaga lagi, tetapi tanggap darurat," ucapnya.

Budi menambahkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 116 orang. Dari jumlah itu, 18 orang dinyatakan sehat dan masih menyisakan 98 ODP. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 10 orang. Budi menuturkan, 1 PDP telah selesai (berangsur sehat) dan 3 lainnya bakal segera pulang.

Baca Juga: Beri Semangat untuk Dokter Indonesia, Dahlan Iskan: Semua akan Dikenang Sebagai Pejuang Paling Depan

Kendati demikian, PDP yang telah sehat dan pulang ke rumah itu tetap akan mendapat pemantauan tim medis. Kini, lanjut Budi, tinggal enam PDP yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekardjo dan RS swasta.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X