Batalyon 33 Pelopor, Aksi Heroik Para Pejuang Sekolahan dari Palagan Bandung hingga Tasikmalaya

- 25 Maret 2020, 08:50 WIB
Pasukan Kompi I Batalyon 33 Pelopor berkeliling Kota Bandung dalam parade kemenangan. /Repro Foto dari Buku Tiada Berita Dari Bandung Timur 1945-1947 Karya RJ Rusady W

PIKIRAN RAKYAT – Fragmen perang kemerdekaan di Tasikmalaya menyisakan kisah pasukan pelajar/mahasiswa yang terkenal karena keberanian dan ketabahannya.

Pasukan tersebut bernama Batalyon 33 Pelopor, Divisi Siliwangi.

Jejak perjuangan batalyon yang didirikan dan beranggota para pelajar/mahasiswa tersebut bermula di Kota Bandung. Aksi bumi hangus atau peristiwa Bandung Lautan Api membuat mereka bergeser ke Front Bandung Timur dengan kedudukan di Rancaekek pada 24 Maret 1946 .

Baca Juga: 4 Minuman Terbaik untuk Ibu Hamil, dari Air Kelapa hingga Smoothie

Pasukan pelajar itu kembali bergeser ke Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya saat agresi militer pertama Belada pada 21 Juli 1947. "PR" menelusuri kisah batalyon para pejuang yang masih sangat berusia muda tersebut.

Kisah Batalyon 33 Pelopor bermula selepas kabar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tiba di Kota Bandung.

loading...

"Kami para pemuda serentak menggabungkan diri dengan kawan-kawan yang umumnya mahasiswa pemuda pelajar, khususnya dari Sekolah Teknik Tinggi (kini ITB), Sekolah Menengah Teknik Tinggi (SMTT), Sekolah Menengah Tinggi (SMT) STM dan SMP," tulis RJ Rusady W dalam bukunya, Tiada Berita Dari Bandung Timur.

Baca Juga: Bantu Pebisnis Online yang Sepi di Tengah COVID-19, Ashanty Terima Endorse dan Promosikan Gratis

Rusady merupakan salah satu pelajar Sekolah Teknih Menengah Bandung yang bergabung dengan pasukan anak-anak sekolah yang bermarkas di Jalan Raden Dewi atau sekarang bernama Jalan Kautamaan Istri.

Para prajurit sekolahan itu dipimpin oleh mahasiswa senior STT, Simon Lumban (SL) Tobing. Awalnya, tutur Rusady, jumlah anggota mereka baru satu detasemen dengan status kort verband kemudian menjadi Polisi Istimewa di bawah langsung pimpinan Divisi Siliwangi Kolonel AH Nasution.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X