Selasa, 2 Juni 2020

Gula Putih Langka dan Mahal, Industri Rumahan di Majalengka Terpaksa Berhenti Beroperasi

- 22 Maret 2020, 16:57 WIB
Petani tebu di Majalengka.* /TATI PURNAWATI/KP

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah industri makanan kecil di Majalengka terpaksa berhenti beroperasi sejak beberapa hari terakhir akibat kesulitan memperoleh gula putih, belum diketahui secara persis apa penyebab terjadinya kelangkaan gula dan kenaikan harga yang demikian tinggi hingga mencapai Rp 5.000 per kg atau menjadi Rp 18.000 per kg.

Sementara musim giling tebu sendiri diperkirakan baru akan dimulai pada Agustus mendatang, karena kondisi tanaman masih kecil, stok gula di petani juga sudah lama kosong karena tahun 2019 produksi gula petani langsung di lelang.

Empuy dan Yayat pengusaha roti kacang dan pisang asal Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka mengaku sudah empat hari berhenti beroperasi karena kesulitan bahan baku gula putih. Langganan yang biasa mengirim gula ke rumahnya kini berhenti dengan alasan tidak ada barang. Yayat megaku sudah mencari ke sejumlah toko di Pasar Majalengka namun juga tidak tersedia.

Baca Juga: 9 Warga Pecandu Narkoba Akses Layanan Rehabilitasi Gratis, BNN Cimahi Ajak Warga Lapor Mandiri

“Tos milarian tapi teu kenging wae, nya ayeuna teh ngalanggur wae. Kamana milarina (Sudah berupaya mencari tapi tidak mendapatkannya, sekarang semua menganggur. Kemana harus mencari),” ungkap Empuy.

Padahal menurutnya saat ini tengah musim panen, momentum baginya untuk meraup untung lumayan, karena saat musim panen banyak petani yang membeli makanan olahannya untuk bekal ke sawah sebagai makanan tambahan saat siang hari dan pagi hari.

“Saat musim tandur dan panen, permintaan roti dari pasar lumayan tinggi,” kata Empuy yang mengisi hasil industrinya ke pasar tradisional Majalengka dan Kadipaten dengan harga roti Rp 800 per buah.

Baca Juga: Tak Semata-mata Karena Covid-19, Dua Kematian Lansia di Singapura yang Salah Satunya WNI Juga Disebabkan oleh Penyakit Lain

Dalam sehari Empuy menghabiskan gula putih kurang lebih sebanyak  80 kg, itu untuk pemanis roti serta olahan kacang hijau dan coklat.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X