Pemprov Jabar Terbitkan Surat Edaran Soal Salat Jumat dan Berjamaah di Masjid

- 19 Maret 2020, 16:08 WIB
JEMAAH salat di Masjid Istiqlal, Jakarta, 2017 lalu.*
JEMAAH salat di Masjid Istiqlal, Jakarta, 2017 lalu.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan surat edaran Sekretaris Daerah terkait dengan protokol pelaksanaan salat jumat berjamaah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masjid di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Terdapat sembilan syarat kegiatan ibadah di masjid yang mengacu pada Fatwa MUI No 14 Tuhun 2020 tetang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Coronavirus Disease-19 (Covid-19).

Bahwa palaksanaan Salat Jumat/Berjamaah harus memenuhi syarat yaitu yang pertama salat Jumat dilaksanakan dengan jamaah yang homogen (tidak melibatkan orang jamaah di luar kelompoknya) dan diyakini lingkungan masjid/jamaah tidak ada yang tersuspect virus corona (Covid-19). 

Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, UMKM Perlu Stabilisasi Arus Kas dan Pembiayaan 

Kedua, masjid untuk pelaksanaan salat Jumat/berjamaah harus dibersihkan terlebih dahulu dengan disinfektan.

Ketiga DKM/Pengurus masjid menyediakan hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh elektrik. Keempat setiap jamaah yang akan melaksanakan salat Jumat/berjamaah membawa alas/sajadah masing-masing. 

"Jarak antara jamaah baik pada ceramah maupun sedang melaksanakan salat adalah 1 satu meter," kata Setiawan Wangsaatmaja dalam surat tersebut. 

Baca Juga: Manajer Voli Putri BJB Tandamata Kecewa Proliga Dihentikan Sepihak

Selain itu, khutbah atau ceramah sesingkat mungkin paling lama 15 menit dan imam disarankan untuk membaca surat-surat pendek.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X