Selasa, 26 Mei 2020

Anak-anak Kabupaten Garut yang Berkeliaran di Tengah Upaya Pencegahan Corona Bisa Kena Ciduk Satpol PP

- 17 Maret 2020, 13:42 WIB
IMBAUAN tidak memasuki area publik di Kabupaten Garut, Jawa Barat.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Anak-anak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam masa pemberlakuan sistem belajar di rumah dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona, diperingatkan agar tetap di rumah.

Jika ditemukan berkeliaran di tempat umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bisa menciduknya.

Hal itu berdasarkan instruksi Bupati Garut Rudy Gunawan, untuk menertibkan anak-anak yang berada di luar rumah seperti berkeliaran, atau main di tempat umum, selama diberlakukannya sistem belajar di rumah.

Baca Juga: Karyawan 15 Bandara di Indonesia juga Jalani Kerja dari Rumah, Hanya Berlaku untuk Pegawai Administrasi

"Bila ada anak berkeliaran antarkan anaknya ke orang tuanya," kata Bupati Garut Rudy Gunawan di lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Selasa, 17 Maret.

Dikutip dari Antara, Rudy menuturkan, Pemkab Garut telah memutuskan larangan kegiatan belajar mengajar di sekolah, seluruh siswa dapat belajar di rumah untuk menghindari wabah virus corona.

Kebijakan belajar di rumah itu, kata dia, harus dipatuhi untuk tidak keluar rumah, bukannya orang tua membiarkan anak-anak bebas bermain di tempat umum.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Unisba Hentikan Perkuliahan Tatap Muka Selama Tiga Pekan

Ia berharap, Satpol PP Garut melakukan patroli secara rutin untuk menyisir tempat yang disinyalir dijadikan area bermain anak-anak.

"Jadi harus dipastikan tidak ada celah anak untuk main, dan Satpol PP lakukan langkah-langkah untuk melakukan patroli terutama di tempat game online," katanya.

Bupati menegaskan, Pemkab Garut melakukan tindakan seperti itu untuk membuktikan bahwa pemerintah daerah serius mengantisipasi wabah virus corona dengan tidak membiarkan anak berkeliaran saat diberlakukannya aturan diam di rumah.

Baca Juga: Geram Rekomendasinya Tidak Diindahkan, Golkar Sebut Pemilihan Wakil Bupati Bekasi Seperti Dagelan

Kebijakan meliburkan anak sekolah itu, kata Bupati, merupakan instruksi dari pemerintah pusat sehingga harus diikuti oleh pemerintah daerah dan masyarakat ikut mematuhi kebijakan itu.

"Kita membuat kebijakan sesuai arahan pemerintah pusat dan melihat kondisi daerah adalah dengan meliburkan anak-anak sekolah mulai dari tingkat PAUD sampai SMP," kata Bupati.

Ia menambahkan, upaya mengawasi anak-anak seharusnya dilakukan oleh para orang tua, dan guru tetap mengawasi anak didiknya berikut menerapkan sistem belajar jarak jauh.

Baca Juga: Perbankan Mulai Terapkan Bekerja dari Rumah karena Ancaman Corona

Selain itu, lanjut dia, selama tidak ada aktivitas belajar Dinas Kesehatan Garut dapat melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah.

"Kami mohon guru secara bergiliran piket di sekolah, dan Dinkes segera sediakan disinfektan," katanya.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X