Minggu, 31 Mei 2020

Kabupaten Garut Liburkan Sekolah dan Tiadakan Car Free Day, Bupati Rudy Ingatkan Masyarakat Hubungi 119 jika Ada Gejala Corona

- 15 Maret 2020, 13:29 WIB
Bupati Garut, H. Rudy Gunawan.* /Dok. Humas Kabupaten Garut

PIKIRAN RAKYAT – Upaya pencegahan penyebaran virus corona saat ini benar-benar menjadi perhatian pemerintah, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

Berbagai kebijakan pun dikeluarkan Pemkab Garut setelah sebelumnya dilakukan rapat unsur Forkopimda, Minggu, 15 Maret 2020.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebutkan salah satu keputusan dari rapat Forkopimda yang baru saja dilaksanakan yakni para siswa untuk sementara belajar di rumah.

Baca Juga: Tak Tahu Bentuk Uang Rp 1.000, Tasya Farasya Trending di Twitter

Hal ini berlaku selama dua pekan, mulai tanggal 16 hingga 30 Maret 2020.

"Saya bersama unsur Forkopimda launnya sudah melaksanakan rapat untuk membahas langkah apa saja yang akan dilaksanakan sebagai upaya pencegahan virus corona. Salah satu hasil rapat yakni kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara jarak jauh  di mana siswa belajar di rumah dulu," ujar Rudy saat ditemui seusai  rapat Forkopimda di Pendopo Garut, Minggu, 15 Maret 2020.

Dikatakan Rudy, untuk teknis pembelajarannya, lebih jauh akan ditentukan. Saat ini Wakil Bupati sedang melakukan pertemuan dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) untuk membahas masalah tersebut.

Baca Juga: Seluruh Sekolah di Kabupaten Bekasi Diliburkan hingga 31 Maret 2020

Selama siswa belajar di rumah tutur Rudy, sekolah akan dibersihkan dengan menggunakan disinfektan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona.

Selain memberlakukan siswa untuk belajar di rumah, Rudy juga menyampaikan hasil rapat unsur Forkopimda lainnya.

Muspida juga telah menyepakati untuk meniadakan dulu kegiatan car free day (CFD) yang biasa dilaksanakan di kawasan Pengkolan, Garut Kota.

Baca Juga: Di Tengah Semakin Merebaknya Virus Corona, Pasar di Vietnam Masih Jual Daging Hewan Liar

"Tak hanya itu, kami juga telah menyepakati untuk tidak memberikan izin untuk kegiatan-kegiatan keramaian atau yang melibatkan dan mengundang banyak orang. Hal ini kemungkinan akan berlaku untuk tiga bulan ke depan," katanya.

Bahkan tandas Rudy,  rangkaian Hari Jadi Garut yang sudah diagendakan sejak lama pun, untuk sementara terpaksa dihentikan dulu.

Begitu juga halnya dengan kegiatan-kegiatan seperti apel dan studi banding di lingkungan Pemkab atau dinas/intansi yang juga dihentikan untuk sementara.

Baca Juga: Data Terkini Corona di Kota Cimahi 30 ODP dan 1 PDP, Pratiwi: Warga Berstatus Pemantauan Mengkarantina Diri di Rumah

Untuk aktivitas di pasar-pasar tradisional, Rudy mengungkapkan tentunya akan berlangsung sebagaimana biasanya. Menurutnya, akan sangat sulit untuk nenghentikan aktivitas di pasar tradisional.

"Aktivitas di pasar-pasar tradisonal berjalan seperti biasanya. Hanya saja kita minta Disperindag agar melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu seperti menyediakan tempat cuci tangan," ucap Rudy.

Bahkan bila perlu tandas Rudy, akan disiapkan ambulans di pasar-pasar tradisional. Bagi masyarakat yang merasakan gejala-gejala corona, Rudy meminta agar secepatnya langsung menghubungi 119 untuk minta bantuan penanganan.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X