Sabtu, 30 Mei 2020

Ancaman Pelulukan dari Sesar Lembang

- 14 Maret 2020, 13:49 WIB
TITIK pusat gempa bumi tektonik di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa pada Kamis, 12 Maret 2020.* /BMKG

PIKIRAN RAKYAT - Usai Gempa oleh aktivitas sesar Citarik di wilayah SUkabumi, warga dan pe­merintah diimbau ting­kat­kan kewaspadaan.

Guncangan gempa yang diakibatkan oleh aktivitas sesar Citarik di wilayah Sukabumi seyogia­nya menjadi pengingat bagi warga yang berada di wilayah sesar Lembang.

Mereka di­imbau untuk tetap mewaspadai aktivitas sesar yang juga berstatus aktif tersebut.

Peneliti dari Badan Geologi, Supartoyo, mengatakan, area patahan Lembang ini membentang sepanjang 27 kilometer. Aktifnya patahan Lembang ini ditandai dengan ada­nya gempa bumi meskipun da­lam skala kecil.

Baca Juga: FIFA Rekomendasikan Seluruh Laga Internasional Ditunda Akibat Virus Corona

Penampakan tektonik morfologi pada dan sekitar patahan mengindikasi­kan patahan ini terus aktif pada zaman kuarter dan ke­mung­kinan besar bergerak ­aktif hingga sekarang.

”Daerah patahan ini memang berpotensi menimbul­kan gempa di daratan. Seperti gempa pada tahun 2003 di daerah Cihideung, Lembang, Kabupaten Bandung Barat mes­kipun guncangan gempanya tidak besar.

Tetapi, dengan kedalaman dangkal, hal ini mem­perlihatkan pasti itu patah­an aktif. Kemudian juga ada dilaporkan terjadi gempa tahun 2013 lalu,” katanya, ­Jumat 13 Maret 2020.

Berdasarkan data, patahan Lembang membentang dari timur ke barat di kawasan sebelah utara Bandung. Ciri dari patahan Lembang ini ditandai adanya kelurusan untaian perbukitan, mulai dari daerah timur tempat wisata Maribaya, di utara daerah Ujungberung, hingga ke daerah Cisarua-Ci­mahi di bagian baratnya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X