Jumat, 29 Mei 2020

Inggris Siap Bantu Indonesia Soal Perempuan dan Disabilitas yang Masih Termarginalkan

- 11 Maret 2020, 07:21 WIB
ILUSTRASI disabilitas.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Kaum perempuan dan penyandang disabilitas saat ini cukup termarginalkan. Diperlukan upaya dan dorongan semua pihak agar kaum perempuan dan penyandang disabilitas ini mampu meningkatkan kapasitas keterampilan melalui pemanfaatan teknologi.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil saat membuka seminar bertajuk Tech to Impact yang digelar Kedutaan Inggris melalui UK-Indonesia Tech HUB di Bandung.

“Programnya (seminar) saya kira bagus, tepat sasaran, karena menyasar juga kepada masyarakat yang selama ini terabaikan. Jadi disabilitas dan perempuan ini menjadi target sasaran kita, supaya mereka juga mampu secara mandiri meningkatkan kesejahteraan mereka melalui teknologi, salah satunya adalah terkait dengan perekonomian,” ucap Atalia ditemui.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Geram Pemilihan Wakil Bupati Bekasi Penuh Drama Serta Tak Direstui Kemendagri dan Pemprov Jabar

Atalia juga mengatakan, pihaknya melibatkan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar pada seminar ini sehingga ilmu dari Kedutaan Besar Inggris dapat disebarluaskan dan diimplementasikan di seluruh Jabar.

Sementara itu, Head of Economics and Digital at British Embassy (Kedutaan Besar Inggris) Ginny Ferson berujar bahwa misi dari kegiatan ini adalah penguatan ekosistem digital di Indonesia, peningkatan kapasitas para pelaku ekosistem digital di Indonesia, serta partnership antara kedua ekosistem di Indonesia dan UK.

British Embassy, kata Ginny, berpandangan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki program-program peningkatan kesejahteraan perempuan dan kaum disabilitas yang cukup baik. Namun, Pemerintah Inggris memiliki pengalaman yang bisa membantu mensukseskan program-program tersebut.

Baca Juga: Cek Fakta: Pemeran Harry Potter, Daniel Radcliffe Mengidap COVID-19

“Kita akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang sudah memiliki program-program, dan Inggris punya banyak pengalaman yang bisa kita bagi untuk membuat program-program tersebut berjalan efektif. Ada banyak orang Indonesia yang memiliki usaha startup, banyak ide, tapi butuh dorongan untuk menjadi unicorn,” kata Ginny.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X