Sabtu, 30 Mei 2020

15.734 KK Warga Karawang Terdampak Banjir, 9.770 Jiwa Mengungsi

- 26 Februari 2020, 11:58 WIB
ILUSTRASI banjir.* /

Menurut Agus, banjir dipicu oleh berbagai faktor seperti intensitas hujan tinggi di wilayah Karawang, drainase yang buruk serta sumbatan sampah pada Sipon.

Baca Juga: Meski Baru Sebatas Mengirim dan Menerima Pesan Singkat, Masyarakat 16 Distrik di Kabupaten Asmat telah Nikmati Telekomunikasi

Dalam bahasa teknik, sipon adalah saluran sungai yang dibangun di bawah permukaan sungai.

“BPBD setempat dibantu dengan dengan instansi terkait lainnya telah melakukan upaya evakuasi sejak Senin 24 Februari 2020.

Tenda dan dapur umum dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka yang mengungsi. Selain itu, mereka juga menerima bantuan logistik permakanan dan selimut,” ujar dia.

Baca Juga: 60 Hari Jelang Ramadhan, Niatkan Latih Diri Berpuasa di Bulan Rajab

Pendataan sementara kerugian materiil yaitu 14.808 unit rumah yang terendam banjir, 3 masjid, 1 sekolah dan 842 hektar sawah. Perkiraan nilai kerugian senilai Rp 179 juta.

Sehubungan dengan kejadian banjir, Bupati Karawang telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam tidak hanya banjir tetapi juga longsor dan angin puting beliung.

Status ini berlaku pada periode 14 hari, terhitung sejak 26 Februari 2020 hingga 10 Maret 2020.

Baca Juga: 60 Hari Jelang Ramadhan, Niatkan Latih Diri Berpuasa di Bulan Rajab

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X