Sabtu, 4 April 2020

Waspada Angin Kencang dan Longsor, Asep : Cuaca Ekstrem Masih Akan Terjadi Hingga Akhir Februari

- 25 Februari 2020, 16:15 WIB
ILUSTRASI hujan deras disertai petir.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi  meminta masyarakat Bogor dan sekitarnya mewaspadai bencana longsor dan angin kencang hingga akhir Februari 2020. 

Kepala BMKG Citeko, Bogor Asep Firman Ilahi  menuturkan, cuaca ekstrem di kawasan Bogor  masih akan terjadi hingga sepekan ke depan. 

"Dalam pantauan kami, dalam lima hari terakhir cuaca sudah ekstrem. Curah hujannya mencapai 100 millimeter perhari, ini masih kategori ekstrem. Bahkan ada yang sampai 120 millimeter perhari," ujar Asep Firman kepada Pikiran Rakyat.com, Selasa, 25 Februari 2020.

Baca Juga: Istri Kobe Bryant Gugat Pemilik Helikopter yang Sebabkan Kematian Suami dan Anaknya

Firman mengatakan, himbauan peningkatan kewaspasaan risiko bencana sudah disampaikan BMKG kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Bogor dan juga melalui media Massa.

Menurut Asep, tingginya curah hujan di kawasan Puncak, Bogor juga berpotensi meningkatkan  bahaya longsor. Sementara di kawasan hilir, bencana banjir dan angin kencang juga diprediksi dapat terjadi. 

Himbauan BMKG diutamakan kepada masyarakat yang tinggal di daerah berbukitan. Ketika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, Asep meminta masyarakat menjauh dari pohon besar, apalagi ketika terjadi angin kencang

Baca Juga: Lecehkan Banyak Aktris, Sutradara Ternama Hollywood Terancam Penjara 25 Tahun

loading...

Selain itu masyarakat yang bepergian dan berwisata di kawasan Puncak sampai Cipanas Cianjur, untuk mewaspadai tebingan pinggir jalan ketika hujan terjadi.

"Yang perlu diwaspadai semua adalah curah hujan ekstrem di daerah pegunungan. Potensi air tanah di dalam tanah menjadi jenuh, jadi tingkat pergeseran tanahnya menjadi tinggi, sangat berpotensi longsor," ucapnya.

Menurut Asep, tingginya curah hujan di kawasan Bogor sejak Selasa, 25 Februari 2020, terjadi karena adanya badai tropis di Selatan Nusa Tenggara Barat, terutama di Perairan Samudera Hindia. Pada kawasan Barat Laut, juga terdapat badai tropis Ferdinand. 

Baca Juga: Telkom Hadirkan Paket IndiHome Lite, Bisa Saksikan UEFA Euro 2020

"Badai itu sudah mulai menjauh di wilayah Indonesia, tetapi dampaknya di kawasan Jabodetabek atau Bogor terutama membentuk daerah konvergensi air mulai dari Sumatera Selatan dan Jawa Barat bagian Selatan," kata Asep Firman. 

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X