Kamis, 4 Juni 2020

Cukup Bayar Rp 10.000, Kini Berkeliling Ciamis Lebih Asyik dengan Bus Gatrik

- 24 Februari 2020, 19:22 WIB
Bus Gatrik (Galuh Tour Kota Klasik) Ciamis mulai beroperasi, Senin ( 24/2/2020). Bus wisata dengan model khusus bantuan Pemprov. Jawa Barat, keliling kota menyusuri tempat bersejarah dengan tarif Rp 10.000.* /NURHANDOKO WIYOSO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Wisatawan atau warga Ciamis yang ingin berwisata keliling kota tatar galuh, mulai hari Senin 24 Februari 2020 sudah dapat naik bus Gatrik (Galuh Tour Kota Klasik). Bus bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat menyusuri rute beberapa lokasi potensi wisita serta tempat bersejarah.  

Bus yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk wisatawan tersebut terdiri dari dua unit. Bus nomor 01 warna kuning dan nomor 02 warna biru. Bus dengan model khusus hingga terkesan klasik dipadu corak warna yang cerah tersebut, sangat mudah dikenali.

Wisatawan juga dapat menikmati langsung udara, karena pada bagian belakang tidak terdapat kaca. Salama dalam menempuh perjalanan, pemandu memberikan penjelasan tentang rute yang dilewati.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Nafkahi Georgina Rodriguez Rp 1,4 Miliar Setiap Bulan

Selain itu juga sedikit cuplikan terkait dengan keberanaan atau sejarahnya. Dengan demikian wawasan penumpang  juga tidak hanya sekadar menikmati suasana, akan tetapi juga mendapatkan pengetahuan.

Peluncuran moda trnasportasi wisata Gatrik oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya berlangsung di halaman Pendopo Kabuoaten Ciamis, Senin 24 Februari 2020. Selanjutnya fasilitas untuk wisatawan tersbeut dikelola oleh Dinas Pariwista.

Untuk dapat menikmati Bus Gatrik dengan kapasitas 20 orang, berkeliling kota Ciamis biayanya murah. Penumpanga hanya cukup merogoh kocek Rp 10.000 untuk sekali trip yang memakan waktu sekira satu jam.

Baca Juga: Sejumlah Menteri Jokowi Keluarkan Pernyataan Kontroversial, Pakar: Pejabat Publik yang Kontroversial Berhubungan dengan Gaya Pemerintahan

Rute yang dilewati Bus Gatrik, mulai dari Pusat Infromasi Turis (TIC) menuju Stadion Galuh kemudian Mseum Galuh Pakuan - Jambansari. Kemudian menuju Saripohaci, pada masa lalu produksi bedak tradisional dari pabrik ini menyebar di seluruh wilayah - Imah Loji eks Kawedanan -  Pendopo dan masjid Agung Ciamis - Alun-alun . Selanjutnya bekas Pabrk Minyak Gwan Hien -  pabrik galendo - sirkuit BMX - TIC.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X