Selasa, 26 Mei 2020

Dituntut 6 Tahun Penjara, Iwa Karniwa: Ini Ujian Berat Bagi Saya

- 24 Februari 2020, 18:24 WIB
TERDAKWA yang juga mantan Sekda Jabar, Iwa Karniwa saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (24/2/2020). Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum menuntut dirinya dengan hukuman enam tahun penjara denda sebesar Rp 400 juta subsidair tiga bulan kurungan. /ARMIN ABDUL JABBAR/"PR"

Baca Juga: Viral Video Plafon Malioboro Mall Yogyakarta Jebol, Air Mengucur Deras hingga Lokasi Harus Disterilkan

Kemudian mengenai waktu penyerahan ternyata tahun 2016 sementara kejadian sekitar tahun 2017.

Kemudian uang yang diberikan Eva juga ternyata bisa dipegang dengan satu tangan dan sebesar tempat tisu. Sedangkan untuk uang 500 juta tidak mungkin sebesar itu.

"Karenanya kami memandang keterangan saksi tidak bersesuaian sehingga kami menyimpulkan terdakwa hanya menerima 400 juta," ujar Penutut umum KPK Kiki Ahmad Yani didepan majelis hakim yang diketuai oleh Daryanto.

Baca Juga: Aldi Warga Sukabumi Penderita Kelainan Usus, Membutuhkan Bantuan Biaya Pengobatan

Selanjutnya, menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 6 tahun penjara dikurangi selama terdakwa di tahan. Kemudian dikenakan denda Rp 400 juta, subsider 3 bulan penjara dan terdakwa tetap dalam tahanan.

Dalam urainnya, PU KPK memaparkan, Sekda di era Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ini diduga telah menerima hadiah atau pemberian dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama. Pemberian dimaksudkan agar Iwa membantu mempercepat keluarnya persetujuan dari Gubernur Jabar atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang telah disetujui DPRD Kab. Bekasi.

Pemberian juga dimaksudkan agar Iwa ikut mendorong percepatan RDTR Wilayah Pengembangan (WP) I dan IV serta II dan III dalam proyek pembangunan Meikarta.

Baca Juga: Viral Oknum Ojek Pangkalan di Sidoarjo Lakukan Tindak Kekerasan kepada Calon Penumpang Wanita

"Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan, berlanjut, menerima hadiah. Yaitu menerima hadiah berupa uang senilai Rp 400 juta dari PT Lippo melalui PT MSU, melalui Satriadi, Neneng Rahmi, dan Henry Lincoln," ujar PU KPK.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X