Rabu, 1 April 2020

Rumah Tertimbun Tembok Penahan Tanah, Bersamaan dengan Longsor di Ruas Jalan Margajaya-Lemahsugih

- 20 Februari 2020, 15:50 WIB
ILUSTRASI longsor.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Rumah berserta kandang ayam milik pasangan suami isteri Acim (70) dan Rehen (65) warga Blok Sakola, RT 01/04, Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka ambruk tertimpa longsor dan senderan setinggi kurang lebih 2,5 meteran, Rabu, 19 Februari 2020 malam.

Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut, hanya kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut keterangan korban, musibah yang menimpanya terjadi sekitar pukul 17.30 WIB menjelang magrib saat hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam.

Baca Juga: Wabah Virus Corona Ancam Penyelenggaraan Olimpiade 2020, London Bersiap jika Batal

Tiba-tiba tembok penahan tanah setinggi 2,5 meter yang ada di belakang rumahnya langsung ambruk sepanjang kurang lebih 10 meteran, langsung menimpa atap rumah dan kandang ayam.

Akibatnya, dapur, dan kamar tidur yang letaknya berdampingan dengan dapur serta kandang ayam yang juga berada di samping rumah ambuk. Ayam yang sudah masuk kandangpun mati tertimpa longsoran.

Beruntung saat kejadian, pasangan suami istri ini tengah berada di ruang depan menunggu adzan magrib, sehingga keduanya selamat dari timbunan longsor. Hanya 8 ekor ayam milik korban mati.

Baca Juga: Alasan Ali Mochtar Ngabalin Selalu Pakai Turban, antara Permintaan Ayah dan Nasihat Jusuf Kalla

loading...

Kapolsek Lemahsugih Ajun Komisaris Polisi Yuyun Rusyanto mengatakan, ambruknya rumah milik korban bersamaan dengan terjadinya longsor di ruas jalan antara Margajaya-Lemahsugih.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi merusak sejumlah infrastuktur di sejumlah wilayah di Kecamatan lemahsugih,” ungkap Yuyun.

Baca Juga: Hasil Tes Urine Positif, Aktor 'Anak Langit' Aulia Farhan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Menurutnya, langkah yang dilakukan adalah penyelamatan jiwa pemilik rumah. Untuk sementara Acim (70) dan Rehen (65) diminta untuk mengungsi di rumah familinya hingga material longsoran bersih dan rumah korban diperbaiki.

“Rumahnya sudah tidak bisa dihuni, karena kamar tidur dan dapur hancur, yang tersisa hanya ruang depan, namun juga bagian atapnya ikut rusak,” kata Yuyun. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X