Selasa, 2 Juni 2020

Bebaskan Anak Yatim Piatu dari Buta Huruf Alquran, Polisi Asal Bandung Ini Diganjar Umrah

- 18 Februari 2020, 08:38 WIB
BRIGADIR Didi Dwi Purnomo tengah mengajarkan mengaji di Pondok Mengaji di Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang, Sukabumi. Kini sebanyak 55 anak yatim piatu dan anak dari keluarga tidak Mampu bebas buta hurup baca tulis Alquran.* /AHMAD RAYADIE/PR

"Anak anak yang datang mengaji tidak hanya anak yatim piatu. Tapi beberapa anak dari keluarga tidak mampu datang ke pondok.

Mereka tidak hanya belajar mengaji, tapi belajar pelajaran umum lainnya," kata Didi Dwi Purnomo.

Baca Juga: WTO: Prospek Perdagangan Barang Suram karena Ancaman Virus Corona COVID-19

Dwi Purnomo mengatakan inovasi program pondok mengaji dilakukan menyasar anak yatim piatu dan kurang mampu hingga anak yang putus sekolah merupakan dari bentuk keprihatinannya.

"Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir aksi mengeksploitasi terhadap anak dan tindak pidana perdagangan orang dan anak," katanya.

Baca Juga: 'Omnibus Law' RUU Ciptaker Diminta Harus Perhatikan AMDAL dan Instrumen Perlindungan Lingkungan Hidup

Selain itu, program inovatif lainnya dengan mendorong memperbaiki jembatan dengan melibatkan masyarakat sekitar di Kampung Kadudatar Rt. 08/04 desa Prianganjaya Sukalarang Sukabumi memghawatirkan.

Untuk memuluskan programnya, lagi-lagi merogoh uang sakunya. Dia memperbaiki jembatan penghubung antar kampung.

Baca Juga: Lewis Hamilton dan Lionel Messi Dianugerahi Olahragawan Terbaik Dunia, Laureus World Sports Award for Sportsman of The Year

"Jembatan yang dibangun dengan lebih kokoh diharapkan dapat dipergunakan warga disekitar untuk beraktivitas," katanya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X