Selasa, 7 April 2020

Sensus Penduduk Online Bukan untuk Main-main, Ada yang Malah Jawab 'Pekerjaan: Wali Kota'

- 17 Februari 2020, 17:18 WIB
WARGA menggenggam ponsel yang menampilkan Situs sensus online penduduk di area Plaza Balai Kota Bogor, Senin, 17 Februari 2020.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sebagian masyarakat   dinilai masih belum serius dalam mengisi data sensus penduduk online yang sedang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 15 Februari 2020. 

Dari data yang masuk  ke BPS,  beberapa penginput data masih asal-asalan menjawab daftar pertanyaan yang ada dalam sensus penduduk.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota  Bogor Bambang Ananto Cahyono, saat dijumpai di Balaikota Bogor, Senin, 17 Februari 2020 cukup meyayangkan hal tersebut.

Menurut dia,  pelaksanaan sensus penduduk  yang dilakukan 10 tahun sekali  merupakan kepentingan rakyat Indonesia.  Sensus penduduk yang pertama kali dilaksanakan secara mandiri melalui  situs daring, nyatanya justru tidak ditanggapi serius oleh masyarakat.

Baca Juga: Banjir Gedebage Sebabkan Kemacetan Panjang di Jalan Soekarno-Hatta Bandung

“Ada yang  isi data asal-asalan, misalnya  data pekerjaan, ada yang jawab jadi wali kota, gubernur. Setelah dicek dengan data dari Kemendagri ternyata berbeda. Harapan kami sebenarnya data   sensus ini bisa diisi secara benar,” ujar  Bambang Ananto saat mendatangi Wali Kota Bogor Bima Arya untuk menyosialisasikan terkait   sensus penduduk.

Bambang menuturkan, data sensus penduduk online nantinya akan digunakan pemerintah untuk menyusun kebijakan.  Sejak 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020, BPS  melaksanakan sensus  secara daring melalui situs  sensus.bps.go.id. Nantinya, ada 21 pertanyaan  pribadi yang  perlu dijawab oleh masyarakat.

“Data yang dikumpulkan bukan data main-main,  jadi ke depan nanti bisa dihitung, jumlah penduduk yang berusia sekolah. Nanti pemerintah bisa memastikan, berapa sekolah yang dibutuhkan. Termasuk,  berapa masyarakat yang belum minum air ledeng,  nanti pemerintah  bisa menyiapkan. Nanti kita bisa lihat kondisinya seperti apa,” kata  Bambang.

Baca Juga: Film Parasite Pecahkan Rekor Box Office Setelah Memenangkan Piala Oscar

Data yang sudah diunggah melalui sensus.bps.go.id, lanjut Bambang,  akan disesuaikan dengan basis data yang bersumber dari registrasi data penduduk Kementerian Dalam Negeri, melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil daerah masing-masing. 

Data yang diunggah dalam situs sensus penduduk akan diverifikasi. Jika  dalam proses verifikasi data dinilai tak wajar, maka data penduduk dalam disdukcapil yang akan dipakai, sehingga data yang diunggah tersebut tidak mengalami pembaharuan.

“Jadi kembali lagi ke masyarakat, ingin mendapatkan lebih baik atau enggak. Kalau enggak ingin ada perbaikan ya suka-suka,  harapan kami sih bisa lebih jujur mengisinya.  Kalau sudah terjadi kesalahan, tolong dicek ulang, sebelum dikirim. Dalam aplikasi ada fasilitas menyimpan sementara. Kalau sudah dikirim masuk server tidak bisa diubah,” ujar Bambang.

Baca Juga: Hipmi Jabar Dorong Pelaku UMKM Menguasai Teknologi, Egi : Sangat Dibutuhkan untuk Memperluas Pangsa Pasar

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x