Selasa, 7 April 2020

Viral karena Sebut Galuh artinya Brutal, Budayawan Betawi Ridwan Saidi Dikecam Bupati Pangandaran

- 17 Februari 2020, 12:10 WIB
BUPATI Jeje Wiradinata di daulat ke atas pangggung dan berdialog dengan seniman, Esah (60) seorang sinden ronggeng yang telah menggeluti seni sejak puluhan tahun lalu,pada Safari Budaya "Ngariksa Jagat Nguriling Nagri Ka Tepis Wiring”,bertempat di Lapang Surawangsa Kecamatan Padaherang.* /MUSLIH/KP

PIKIRAN RAKYAT - Terkait viralnya pernyataan Budayawan Betawi Ridwan Saidi di sebuah channel YouTube menyebut Galuh artinya brutal hingga menyatakan di Ciamis tidak ada kerajaan, terus memantik kekecewaan dari masyarakat.

Kini Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengecam pernyataan budayawan Betawi tersebut, pada Minggu,16 Februari 2020.

Baca Juga: Dalam 20 Tahun Ini, Jejak Soekarno dan Para Pejuang Lain di Kota Bandung Satu per Satu Lenyap

Atas nama masyarakat Pangandaran yang pernah menjadi bagian Kabupaten Ciamis mengaku sangat kecewa dengan pernyataan Ridwan Saidi.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan saat menghadiri Safari Budaya Bupati Pangandaran “Ngariksa Jagat Nguriling Nagri Ka Tepis Wiring”,bertempat di Lapang Surawangsa Kecamatan Padaherang.

Baca Juga: Pastikan Sehat, Menko PMK akan Pertimbangkan Pengembalian WNI ke Kota Wuhan Jika Memungkinkan

"Maka ditampilkannya berbagai kesenian pada malam ini, sebagai bentuk perlawanan sekaligus membuktikan bahwa seni budaya warisan leluhur itu ada dan masih lestari hingga kini," ungkapnya.

Menurut dia kegiatan Safari Budaya ini merupakan upaya Pemkab Pangandaran untuk memberi kesempatan para pelaku seni di daerah setempat menampilkan potensinya.

Baca Juga: Intip 5 Tips Membentuk Alis yang Sempurna dan Sesuai dengan Bentuk Wajah

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x