Rabu, 3 Juni 2020

Polisi Usut Dugaan Penimbunan Bawang Putih 150 Ton dalam Sebuah Gudang di Karawang

- 16 Februari 2020, 13:18 WIB
KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Moh Arifin Soendjayana, memperlihatkan bawang putih yang diduga ditimbun di sebuah gudang di Karawang. * /Humas Indag Jabar

Baca Juga: Cara Membuat Eyeliner dengan Menggunakan Sendok Dapur

Dalam pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dijelaskan bahwa pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50 miliar.

 Baca Juga: Jadwal Liga Champions 2020 Babak 16 Besar: Pertemukan Atletico Madrid vs Liverpool

Pada Pasal 29 ayat (1) undang-undang tersebut juga dijelaskan bahwa pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang.

Ia menegaskan, pada ayat (2) dijelaskan Pelaku Usaha dapat melakukan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu jika digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam proses produksi atau sebagai persediaan barang untuk didistribusikan.

 Baca Juga: Bukan Tokoh Fiktif, Kabayan Masuk Golongan Bangsawan di Priangan Abad ke-19, dan Berhak atas Upeti

Eem menyebutkan barang kebutuhan pokok untuk hasil pertanian meliputi beras, kedelai bahan baku tahu dan tempe, cabai dan bawang merah.

Barang kebutuhan pokok hasil industri meliputi gula, minyak goreng dan tepung terigu. Kemudian barang kebutuhan pokok hasil peternakan dan perikanan ialah daging sapi, daging ayam, telur ayam dan ikan segar.

Dari aturan hukum yang berlaku maka pengusaha yang terbukti menimbun kebutuhan pokok dikenakan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman kurungan lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X