Sabtu, 4 April 2020

Bukan Tokoh Fiktif, Kabayan Masuk Golongan Bangsawan di Priangan Abad ke-19, dan Berhak atas Upeti

- 16 Februari 2020, 13:04 WIB
LUKISAN berjudul Seorang Pemimpin Pribumi di Priangan" (circa 1900).* /KITLV

PIKIRAN RAKYAT - Di wilayah Priangan, pada masa lalu, tak hanya bupati yang berhak mengusung gelar kebangsawanan, tetapi juga para pejabat di bawahnya, mulai dari tingkat kabupaten, distrik, hingga ke tingkat desa.

Andries de Wilde (1830) menca­tat sejumlah gelar itu, seperti Raden Patih, Raden Rangga, Raden Kanduruwan, Ki Mas Rangga, Ki Mas Kaduruwan, Ki Mas Jaksa, Ki Mas Ngabehi, Ki Mas Léngsér, Ki Mas Camat, Ki Mas Petinggi, Panga­rang, Kabayan, Panglaku, Lura atau Kokolot, Mandor, dan Prejey (?).

Baca Juga: Berkat Desainer Berbakat Tanah Air, New York Fashion Week 2020 Hadirkan Wajah Jokowi dan Susi Pudjiastuti

Seperti dinyatakan dalam seri tulisan sebelumnya, tiap-tiap wilayah kabupaten di ­Priangan dibagi-bagi ke dalam sejumlah cutak (distrik), di bawah pimpinan kapala cutak. Sebagaimana kabupaten, cutak pun memiliki pusat pemerintahan (ibu kota) yang dinamakan pakemitan. Secara struktural, para kapala cutak tidak bertanggung jawab langsung kepada bupati, tetapi kepada patih.

Pada saat ini, distrik merupakan wilayah setingkat kecamatan yang, tentunya, dipim­pin oleh camat.

Akan tetapi, berdasarkan penelusuran de Klein (1931), fungsi itu baru hadir setidaknya menjelang akhir abad ke-19. Sementara itu, pada abad ke-18, camat hanyalah ”pemimpin antara” (een tusschenhoofd) yang hanya mengurusi bagian-bagian tertentu dari seluruh tugas kapala cutak.

loading...

Baca Juga: Review Film Milea: Suara dari Dilan, Ketika Rindu Bertemu Gengsi

Pada masa itu, kapala cutak memiliki sejumlah camat sebagai ”kaki tangan” dan semuanya tinggal di pakemitan.

Soal jumlah camat, itu tergantung luas wilayah distrik. Akan tetapi, yang jelas, semua camat ditunjuk langsung oleh bupati.

Fungsi kapala cutak pun mengalami perkembangan. Pada abad ke-18, ia hanyalah mengurusi bidang-bidang tertentu dari seluruh tanggung jawab bupati.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X