Minggu, 31 Mei 2020

Geopark Ciletuh Palabuhanratu Jadi Kawasan Lindung, Izin Belasan Penambang Bisa Dicabut

- 16 Februari 2020, 12:09 WIB
TAMBANG pasir di kawasan Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat 25 Oktober 2019. Pengembangan wisata Geopark Galunggung tak boleh mengabaikan mitigasi.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

 Baca Juga: Jokowi Resmikan Hasil Renovasi Stadion Manahan Solo, Wali Kota Surakarta: Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U21

Sementara dari data  DPESDM  terfapau 74 titik pemabangan yang berada di delapan Kecamatan kawasan d estinasi wisata dunia. Kawasan lindung tidak diperkenankan terdapat aktivitas penambangan. 

"Ketentuan GCP ini meliputi lebih kurang 26 geosite.  Didalamnya ada izin usaha pertambangan yang sudah diterbitkan sebelum adanya geopark ada 17 pengusaha yang memilki Izin Usaha Pertambangan (IUP)," katanya. 

Bahkan,  kata Bambang,  diantaranya ada yang sudah pegang izin operasi produksi.

Baca Juga: Justin Bieber Beri Sumbangan pada Pasien Virus Corona COVID-19 di Tiongkok

Dengan dasar hasil revisi regulasi tersebut akhirnya mendapat Suspend. 

"Mereka yang punya izin,  kita stop dulu tidak melakukan kegiatan apapun. Sampai ada Revisi dan komitmen bersama terbentuk," katanya. 

Mengenai pengawasan pertambangan liar (ilegal mining), Bambang tidak menampik, dan harus menjadi pekerjaan rumah  bersama dan harus diminimalisir. 

 Baca Juga: Tempat Wisata di Lembang Menyajikan Sensasi Makan di Restoran Ditemani Dua Harimau Benggala

"Dalam Rapat juga di usulkan adanya tambang rakyat, menjadi salah satu upaya mencegah maraknya pertambangan liar," katanya. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X