Sabtu, 4 April 2020

Sekolah Ibu Diklaim Turunkan Angka Perceraian, Faktanya Justru Naik

- 12 Februari 2020, 17:05 WIB
ILUSTRASI perceraian. Setiap tahunnya terjadi ribuan perceraian di Tasikmalaya yang berpotensi berakhir dengan penelantaran anak.* /DOK PRFM

PIKIRAN RAKYAT - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bogor  mengklaim  Program  Sekolah Ibu  sukses  menurunkan angka perceraian di Kota Bogor. Nyatanya,  data dari Pengadilan Negeri Agama Kota Bogor, menyebutkan, angka perceraian di Kota Bogor terus meningkat.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Bogor, sejak 2015 hingga 2018, kasus gugatan perceraian cukup tinggi. Mayoritas didominasi perkara gugat cerai oleh istri.

Pada 2015, data perkara perceraian mencapai 1.555 perkara, sementara 2016, perkara perceraian meningkat sebanyak 1.665 perkara. Berkas pengajuan perceraian tertinggi terjadi pada 2017. Ada sekitar 1.885 perkara perceraian yang tercatat Pengadilan Negeri Agama Kota Bogor.

Baca Juga: Sempat Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem, Akhirnya Tanggal Laga Manchester City vs West Ham Diumumkan

Sementara pada 2018, angka perceraian mencapai 1.680, dan pada 2019 tercatat sebanyak 1.673 perkara perceraian yang terdaftar di Pengadilan Negeri Agama Kota Bogor.

loading...

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bogor Tini Sri Agustini menuturkan, sejauh ini program Sekolah Ibu sudah  terbukti menekan angka perceraian. Beberapa alumni Sekolah Ibu, yang sebelumnya menggugat suami akhirnya memutuskan damai setelah mengikuti pembelajaran di Sekolah Ibu.

“Sekolah Ibu ini memang salah satu upaya menekan perceraian. Kami juga punya mitra-mitra pelayanan masyarakat untuk menekan kekerasan terhadap perempuan, ada juga Puspaga (Pusat Pemberdayaan Keluarga). Ini juga salah satu  upaya kita untuk menekan perceraian,” kata Tini kepada “PR”, Rabu, 12 Ferbuari 2020.

Baca Juga: Berani-beraninya Lakukan Transaksi Narkoba di Pengadilan, Tiga Tersangka Diciduk Polisi

Tini menyebut, Sekolah Ibu sudah cukup untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Penerima manfaatnya adalah anak dan suami. Modul yang diberikan juga berkaitan dengan peningkatan ketahahan keluarga, termasuk didalamnya konsep dasar perkawinan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X