Senin, 6 April 2020

Kenaikan Harga Bawang Putih di Cianjur Tak Wajar, Nikki : Jika Ulah Spekulan, Akan Ditindak Tegas

- 12 Februari 2020, 13:26 WIB
WARGA berbelanja di salahsatu kios pedagang bawang putih di Pasar Induk, Cianjur, belum lama ini. * /Shofira Hanan/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Cianjur masih menyelidiki penyebab melonjaknya harga bawang putih dan cabai merah rawit di pasar-pasar tradisional yang tersebar di Cianjur.

Ketua Satgas Pangan Kabupaten Cianjur, AKP Nikki Ramdhany mengatakan, telah menerjunkan tim untuk memantau dan menyelidiki penyebab terus melonjaknya harga bawang putih dan cabai merah rawit di pasaran.

"Setiap hari Tim Satgas Pangan turun ke pasar-pasar yang ada di Cianjur. Kita memang fokus pada melonjaknya harga bawang putih dan cabai merah rawit," kata Nikki, yang juga bertugas sebagai Kasatreskrim Polres Cianjur, kepada wartawan, Rabu, 12 Februari 2020.

Baca Juga: Kini Sukses di Dunia Entertainment, Raffi Ahmad: Dulu Nggak Pernah Ada Cita-cita Jadi Artis

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Cianjur, ditemukan sejumlah indikasi kenaikan harga yang tidak wajar. 

Menurut dia, harga bawang putih di pasaran paling tinggi mencapai Rp 32.000 per kilogram. Akan tetapi, saat ini harganya jauh melonjak hingga mencapai Rp 70.000 per kilogram.

Oleh karena itu, satgas pun akan terus mencari tahu penyebab lonjakan harga yang tidak wajar tersebut. 

Baca Juga: Manfaatkan DigiSchool, SMP N 12 Wonosari di Gorontalo Sabet Juara Nasional

Ia menegaskan, jika memang ditemukan adanya indikasi kecurangan, seperti terjadinya penimbunan stok barang yang dilakukan para oknum tidak bertanggungjawab. Maka, jajarannya akan melakukan tindakan tegas.

"Jika ini memang ada ulah spekulan, kita akan tindak tegas. Kita ingin masyarakat dapat dengan mudah dan murah untuk mendapatkan komoditas kebutuhan pokok," ujar Nikki.

Sebelumnya diketahui, harga komoditas bawang putih di Pasar Induk Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, terus mengalami lonjakan.

Baca Juga: Kepala Militer Thailand Meneteskan Air Mata saat Meminta Maaf Atas Aksi Teror yang Dilakukan Oknum Perwira

Pedagang bawang putih di Pasar Induk Pasirhayam, Ece (48), mengatakan, kenaikan harga komoditas bawang putih itu sudah terjadi dalam tiga pekan terakhir.

"Kenaikan harganya bertahap, sebelumnya normalnya berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 27.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 55.000 per kilogram, dan sekarang harganya sudah mencapai Rp 70.000 per kilogram," kata Ece.

Ece mengatakan, harga bawang putih yang terus merangkak naik, disebabkan oleh minimnya stok barang. Hingga saat ini, persediaan barang tergolong sulit didapat, karena barang tersebut diimpor dari Tiongkok. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x