Selasa, 7 April 2020

Anak 4 Tahun yang Dipatuk Ular Berbisa Terbaring Koma di RSUD Gunungjati Cirebon

- 12 Februari 2020, 07:00 WIB
ILUSTRASI, balita korban gigitan ular masih terbaring koma.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Seorang anak 4 tahun, Adila Oktavia warga Desa Pamengkang Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon, menderita koma setelah digigit ular berbisa, sejenis ular weling.

Sampai hari keempat, Selasa, 11 Februari 2020, kondisi korban masih koma dan harus dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSD Gunungjati Cirebon.

Menurut Wakil Direktur bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSD Gunungjati Maria Listiani, rumah sakit berupaya melakukan segala usaha yang bisa diusahakan, untuk menyembuhkan korban.

Baca Juga: Esteban Vizcarra Cetak Brace, Persib Bandung Tundukkan Barito Putera 2-1

Dikatakannya, sejak pasien pertama datang, langsung mendapat perawatan intensif.

"Segala apa yang bisa diusahakan, kami usahakan, demi kesembuhannya. Kami membentuk tim dokter beranggotakan enam dokter, dari mulai dokter anak, bedah dan lainnya," katanya Selasa.

Bahkan, kata Maria, pihak rumah sakit sampai mendatangkan pakar gigitan ular, perwakilan dari WHO yang juga spesialis kedaruratan medis Tri Maharani.

Baca Juga: Pemuda 23 Tahun Pukul Dada Anak Tiri yang Masih Balita Hingga Tewas, Menunduk Dengarkan Vonis dari Hakim

"Selain melihat langsung kondisi pasien dokter Tri juga datang langsung ke lokasi kejadian di rumah pasien," katanya.

Dari pengamatan dan kondisi pasien serta barang bukti bangkai ular, sejauh ini menurut Maria pakar gigitan ular ini masih berpikir keras, untuk memastikan jenis ularnya serta perawatan yang pas.

"Dari pengamatan dokter Tri, ular yang menggigit sejenis weling, namun ada ciri yang sedikit berbeda," katanya.

Baca Juga: Peneliti Singapura Sebut Matikan AC, Gunakan Kipas Angin dan Buka Jendela Bisa Halau Virus Corona

Apalagi dari reaksi toksik pasien juga sedikit berbeda. Pasien bukan hanya menunjukkan gejala neurotoksik, namun juga hematotoksik yang diperlihatkan dengan pendarahan dari beberapa organ tubuhnya.

Sejauh ini, katanya, dokter Tri Maharani, masih berpikir keras apakah yang mengggit balita tersebut ular jenis lain, atau ular weling jenis hibrid atau hasil kawin silang antara ular weling dengan ular berbisa lain, sehingga menghasilkan bisa dengan jenis spesifik tersendiri.

Sementara itu, ibu korban, Rus mengatakan, anaknya dilarikan ke RS setelah ia memastikan anak balitanya digigit ular yang masuk ke kamar tidurnya, pada Jumat, 7 Februari 2020 malam lalu.

Baca Juga: Soal Pemindahan Ibu Kota Baru, BUMN Maritim Diminta Kedepankan Pelayanan Publik

"Anak saya dipatuk ular waktu tidur di sebelah saya," katanya, Selasa.

Menurutnya, ular berbisa itu mematuk Adila tepat di telapak kaki pada saat ia tidur lelap. Begitu memastikan anaknya digigit ular, langsumg dilarikan ke RS terdekat yakni RS Putra Bahagia.

Namun karena peralatan tidak memadai dan tidak memiliki stok obat antibisa, korban dirujuk ke RSD Gunungjati.

Baca Juga: Agar Tak Sering Disakiti, Cintai Diri Sendiri Sebelum Dicintai Orang Lain

Korban langsung mendapat perawatan medis sekitar pukul 1.00 Sabtu, 8 Februari 2020 dini hari dan mengalami koma pada hari itu juga, pukul 6.00. 

"Dalam perjalanan ke RS GJ anak saya sempat muntah dan ketika sampai sana, nafasnya sesak. Setelah itu masuk UGD," katanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X