Minggu, 7 Juni 2020

Kasus Pembunuhan Oleh 11 Orang Jadi Pelajaran, Bupati Bandung Imbau Masyarakat Perangi Bank Emok

- 7 Februari 2020, 15:24 WIB
EVAKUASI mayat Edward, korban pembunuhan gara-gara menagih utang pada manajer kedai ramen, di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.* /ADE MAMAD/PR

PIKIRAN RAKYAT - Bupati Bandung Dadang M. Naser meminta agar semua komponen bersatu untuk memberantas praktik Bank emok atau rentenir. Bupati tidak akan mengeluarkan surat edaran pelarangan Bank emok sebab dalam ajaran Islam sudah tegas adanya larangan terhadap praktik-praktik rentenir.

"Kita kembalikan saja kepada ajaran Islam karena sudah jelas rentenir itu haram," kata Dadang Naser selepas Salat Jumat di Masjid Agung Alfathu, Jumat 7 Februari 2020.

Bupati menanggapi adanya pembunuhan terhadap pelaku bank emok yang dilakukan 11 orang manajer dan karyawan sebuah ruang makan ramen. Pihak Polresta Bandung sudah menangani kasus ini dan menangkap lima orang pelakunya, namun sebagian pelaku masih diburu.

Baca Juga: Ungkap Sosok Pidi Baiq, Vanesha Prescilla: Kadang Dianggap Ayah, Sering Juga Jadi Preman yang Jagain

Lebih jauh Bupati menyatakan, masyarakat lebih senang meminjam dana ke Bank emok karena dinilai lebih mudah tanpa jaminan layaknya bank.

"Padahal Bank emok amat membebani warga karena bunga berbunga. Ini laksana peternakan uang dengan kedok koperasi atau lainnya," ucapnya.

Bupati meminta semua pihak untuk Sabilulungan atau bersama-sama menangani Bank emok ini sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Baca Juga: Dikabarkan Raib, Berlian Lina Jubaedah Seharga Rp 2 Miliar Ternyata Dulunya Disimpan di dalam Gentong

"Kasus pembunuhan debt collector Bank emok ini sebagai pelajaran agar jangan sampai terjadi lagi praktik rentenir yang membuat derita warga. Lebih baik pinjam ke Bank yang terang benderang bukan bank gelap atau ilegal," ucapnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X