Selasa, 26 Mei 2020

Anggaran Dana Darurat Bencana Jawa Barat Minim di Tengah Kerawanan yang Tinggi

- 7 Februari 2020, 10:42 WIB
JEMBATAN jalan penghubung antara permukiman penduduk Kampung Seming, Dusun Manis, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru dengan Desa Sukasari, Kecamatan Karangkancana, di bagian timur wilayah Kabupaten Kuningan ambruk, dan tidak bisa diperbaiki karena tak ada dana penanganan darurat.* /DOK. BPBD KUNINGAN

PIKIRAN RAKYAT – Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya menyayangkan minimnya alokasi anggaran dana darurat kebencanaan yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Biaya Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 25 miliar. Padahal, tingkat kerawanan kebencanaan di Jawa Barat sangat tinggi.

“Saya terus terang sangat kaget ketika Pak Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) menyampaikan bahwa Pemprov Jabar hanya menyediakan anggaran Rp 25 miliar untuk Biaya Tidak Terduga (dana darurat kebencanaan). Padahal volume APBD-nya saja jauh meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Asep di Bandung, Jumat, 7 Februari 2020.

Baca Juga: Tanggapi Isu Kasus Dugaan Pesugihan terhadap Dirinya, Ruben Onsu: Saya Memilih untuk Tidak Banyak Bicara

Masih dikatakan dia, dengan kondisi geografis Jawa Barat yang tingkat kerawanan bencananya tinggi, seharusnya pemerintah mengalokasikan dana darurat kebencanaan lebih besar dari sekarang selain pemerintah juga menyiapkan sistem mitigasi bencana yang mumpuni.

Jika dibandingkan dengan alokasi dana bencana pada kepemimpinan Gubernur Jawa Barat sebelumnya, dijelaskan Asep, justru alokasi dana darurat bencana mencapai Rp 50 miliar.

“Waktu zaman Kang Aher (Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat 2013-2018) saja, setiap tahun Rp  50 miliar pasti disimpan sebagai BTT (biaya tidak terduga). Padahal volume APBD-nya jauh lebih kecil dari APBD saat ini. Sudah jelas-jelas tingkat kerawanan bencana di Jawa Barat itu tinggi, kenapa pada akhirnya hanya diberikan anggaran yang sekedarnya dan jauh dari kata layak? Mereka (eksekutif Pemprov Jabar) ini baca kitab RPJMD yang mana?” kata Asep yang juga sebagai anggota Komisi V DPRD Jawa Barat.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Harus Mencuci Wajah di Malam Hari Sebelum Tidur

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, kata Asep, tren kejadian kebencanaan di Jawa Barat pada 2019 sebanyak 2.057 kejadian.

Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2018 sebanyak 1.561 laporan kejadian bencana.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X