Sabtu, 30 Mei 2020

Mengenal 'Leuhang', Sauna Tradisional Khas Sunda yang Ampuh Sembuhkan Beragam Penyakit

- 5 Februari 2020, 19:11 WIB
Sauna tradisional dari Sunda yang disebut /HANDRI HANDRIANSYAH/PR

PIKIRAN RAKYAT - Menyebut kata sauna, tentunya hampir semua kalangan akan langsung paham. Betapa tidak, sauna memang telah menjadi gaya hidup yang tersedia hampir di semua pusat kebugaran.

Meskipun demikian, pada prinsipnya sauna adalah mandi uap yang sudah ada sejak zaman dulu. Tidak terkecuali di Indonesia, metode mandi uap pun sudah dikenal turun temurun sejak lama.

Dalam budaya Sunda, sauna dikenal dengan sebutan "Leuhang". Berbeda dengans sauna pada umumnya yang hanya mengandalkan uap air bersuhu tinggi, leuhang biasanya juga menggunakan berbagai campuran rempah-rempah.

Baca Juga: Negara Mesti Bijak Pertimbangkan Pemulangan WNI eks-ISIS, Identifikasi Sebaiknya Sejak dari Shelter

Tak heran jika leuhang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hal itulah yang melatarbelakangi Yayan Suryana (60), warga Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung untuk terus melestarikan Leuhang sebagai pengobatan alternatif.

Setelah turun-menurun dari orang tuanya, Yayan mulai menekuni pengobatan Leuhang sejak 2011 lalu. Ia tak gentar dengan serbuan sauna yang notabene merupakan budaya yang berasal dari Tiongkok dan Jepang dan sudah merambah ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Menurut Yayan, metode sauna modern tersebut sebenarnya telah dikenal dan dilakukan oleh para leluhur orang Sunda sejak dulu kala. Namun seiring waktu, Leuhang mulai tergeser oleh kemajuan zaman.

Baca Juga: Bayaran Mulai Rp 2 Juta dan Harus Rela Dipotong Jika Gagal, Pawang Hujan Indonesia Disoroti Media Internasional

Apalagi saat ini di kota-kota besar banyak bermunculan sauna modern. Padahal sauna yang dilakukan oleh para leluhur orang Sunda sangat bermanfaat bagi tubuh serta terbukti bisa menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan.

“Sebenarnya sauna bagi orang Sunda itu bukan hal baru, yah, bisa dikatakan usianya sama dengan kelahiran etnis Sunda itu sendiri. Para orang tua kita dulu biasa merebus berbagai rempah-rempah, airnya ditampung dalam ember dan ditutup oleh kain, kemudian orangnya masuk dalam kain untuk menguapi seluruh badan dan dihirup. Sebenarnya teknik ini tidak jauh berbeda dengan sauna modern yang saat ini banyak tersebar di berbagai kota besar, tapi bedanya uap yang dihasilkan beraroma beraneka rempah yang bermanfaat untuk kesehatan,” kata Yayan yang juga akrab disapa Uwa Leuhang, Rabu 5 Februari 2020.

Hal itulah yang membuat orang tua Yayan tak ragu membuka usaha leuhang (sauna tradisional) di Jakarta puluhan tahun lalu.

"Saat itu banyak orang yang mengobati berbagai penyakitnya dengan leuhang dan sembuh," ucapnya.

Namun seiring perkembangan zaman, sauna banyak bermunculan dan menggerus usaha leuhang yang ditekuni oleh orang tua Yayan. Apalagi sauna modern yang ada saat ini selalu identik atau dipercaya sebagai bagian dari perawatan kecantikan.

“Setelah saya pulang kampung ke Cisondari berpikir untuk menekuni dan mengembangkan leuhang disini sejak enam tahun lalu. Karena saya merasa sayang dengan ilmu kesehatan dan budaya warisan leluhur Sunda. Kemudian saya kembangkan dengan membuat sebuah alat atau tempat untuk mandi uap. Di mana rempah-rempah yang dididihkan itu, uapnya dialirkan melalui pipa kesebuah kotak seperti tempat sauna,” tutur Yayan.

Baca Juga: Indramayu Bersiap Miliki Lima Kawasan Industri, Diharapkan Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Usaha tersebut ternyata mendapat sambutan cukup antusias dari warga sekitar yang datang dengan tujuan mengobati berbagai penyakit. Hingga saat ini, sudah ratusan orang dari dalam dan luar kota yang datang ke tempat Yayan dan merasa puas karena sembuh dari sejumlah keluhan penyakit.

Salah seorang di antaranya adalah warga setempat, Lili (40). Ia mengaku penyakit kolesterol, darah tinggi dan asam urat yang dideritanya itu mulai membaik setelah melakukan terapi leuhang di tempat Yayan.

“Pengobatan modern sudah saya coba ke mana-mana tetapi penyakit masih terasa. Alhamdulilah setelah mencoba terapi Leuhang ini kondisi kesehatan tubuh saya membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. Hal ini menepis anggapan selama ini jika teknik pengobatan medis modern adalah satu-satunya cara, padahal kita sebagai orang Sunda pun telah diwarisi budaya pengobatan yang sangat luar biasa oleh para leluhur,” kata Lili.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X