Rabu, 3 Juni 2020

Cegah Tawuran di Depok dan Bogor, Ini Beberapa Langkah yang Diambil Dinas Pendidikan Jawa Barat

- 5 Februari 2020, 15:05 WIB
ILUSTRASI tawuran antar pelajar.* /DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat Aang Karyana menuturkan, akan ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah tawuran di wilayah Kota Bogor dan Kota Depok.

Salah satunya, menertibkan warung-warung di sekitar sekolah yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata tajam untuk tawuran.

Pihak sekolah juga akan melakukan razia tas siswa karena dikhawatirkan siswa membawa benda tajam untuk tawuran. Selain itu, orangtua yang siswanya terlibat tawuran akan dipanggil menemui pihak sekolah.

Baca Juga: Kasus Suap Bupati Indramayu, Anggota DPRD Jabar Akui Ada Aliran Dana yang Ditransfer ke ATM

Orangtua akan diminta secara intensif memantau anaknya. "Ortu pantau terus anak. Anak lagi ngapain," ujar Aang kepada Pikiran-Rakyat.com, menanggapi maraknya tawuran di Kota Bogor dan Kota Depok beberapa pekan terakhir, Rabu, 5 Februari 2020.

Upaya pencegahan lainnya yaitu dengan memberi siraman rohani kepada para siswa. Dalam beberapa hari kedepan, para siswa di Kota Depok dan Kota Bogor akan dikumpulkan untuk diberikan pendidikan agama oleh pemuka agama.

Sebenarnya di setiap sekolah, kata Aang, anak-anak sudah diberikan pendidikan terkait nilai perdamaian. Sekolah-sekolah bahkan mendatangkan praktisi untuk memberikan sosialisasi kepada siswa tentang perdamaian dan sikap saling menghargai.

 

Setiap sekolah juga memiliki satgas pelajar yang bertugas memantau perilaku siswa, termasuk memantau apabila akan terjadi tawuran siswa. Satgas akan melaporkan pantauannya kepada pihak kepolisian.

Namun, memang satgas yang diketuai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, tidak bisa memantau siswa selama 24 jam.

Oleh karena itu, peran banyak pihak diperlukan untuk mencegah terjadi tawuran antarsiswa, termasuk orangtua. Perlu dicatat bahwa karakter anak sangat berpengaruh pada terjadinya tawuran. Sementara karakter anak dibentuk sejak anak kecil oleh orangtua.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X