Minggu, 7 Juni 2020

Anjing Hutan yang Resahkan Warga Akhirnya Diperiksa di Laboratorium

- 4 Februari 2020, 19:44 WIB
ANJING itu membantu 'menyalakan' alarm setelah menemukan bayi tersebut.*/KHAOSOD /null

PIKIRAN RAKYAT - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat akan melakukan uji laboratorium terhadap anjing hutan yang meresahkan warga di Kecamatan Gununghalu dan Rongga beberapa waktu lalu. Hal itu untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang berpotensi membahayakan manusia.

"Dari sampel pemeriksaan, bisa diketahui berbahaya atau tidak penyakitnya. Untuk bagian kepala, bisa diketahui ada virus rabies atau tidak di otak. Kalau bagian seperti liur dan darah mengidentifikasi segala kemungkinan penyakit lainnya," kata Wiwin Aprianti, Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Disperkan KBB, Selasa 4 Februari 2020.

Dia menuturkan, besar kemungkinan hewan tersebut bukan anjing hutan biasa, melainkan anjing hutan terlatih yang sering dipakai untuk berburu. Hal itu dilihat dari karakter anjing hutan tersebut saat memburu ternak.

Baca Juga: Dirampok, Seorang Wanita Coba Usir dengan Cara Batuk dan Pura-pura Terinfeksi Virus Corona

"Kami juga dapat informasi kalau anjing hutan itu sebenarnya anjing berburu yang tertinggal dari pemiliknya. Karena mereka tahu mana hewan yang harus diburu tapi tidak dimakan setelah dimangsa, jadi bukan karena kekurangan makanan," ujarnya.

Dengan kondisi itu, pihaknya meminta kepada kepolisian untuk bisa membantu mengurangi aktivitas berburu hewan di hutan dengan menggunakan anjing hutan. Sebab, hal itu juga menyebabkan masyarakat resah.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Gununghalu AKP Yogaswara mengatakan, pihaknya akn turun tangan membantu masyarakat dalam menangani teror anjing hutan. Selain itu, pihaknya akan berkomuniksi dengan warga terutama yang ternaknya dimangsa.

Baca Juga: Kunjungi Indonesia, Singapura Indonesia Jalin Kerjasama Bilateral di Bidang Investasi serta Hubungan Masyarakat

"Sebagai upaya antisipasi, kami mengimbau agar masyarakat menggalakkan ronda atau pamswakarsa. Wajib meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan hewan ternaknya masing-masing dengan cara mengaktifkan kembali siskamling," ujar Yogaswara.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X