Kamis, 20 Februari 2020

Pembangunan Terowongan Tak Cukup Atasi Banjir Bandung Selatan, Pakar: Harus Menyeluruh dari Hulu hingga Hilir

- 29 Januari 2020, 14:40 WIB
FOTO udara terowongan air Sungai Citarum di Nanjung, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Desember 2019 lalu.* /RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Pakar hidrologi dari Institut Teknologi Bandung Indratmo menilai, pembangunan terowongan kembar di Curug Jompong, Nanjung, sudah tepat untuk mengatasi banjir di Bandung selatan. 

Terowongan tersebut berfungsi meningkatkan debit air hujan yang dialirkan ke daerah Saguling. 

Dengan demikian, banjir surut dalam waktu dua hari, lebih cepat dibandingkan banjir tahun-tahun sebelumnya yang membutuhkan waktu sepekan untuk surut.

Baca Juga: Jokowi Sempat Anggap Sekadar Tos-tosan, Kader yang Jelaskan Gerakan TOSS TBC Diganjar Hadiah Sepeda

Meski demikian, pembangunan terowongan saja tidak cukup untuk menangani banjir di Bandung selatan.

"Perlu upaya yang menyeluruh dari hulu hingga hilir Citarum," kata Indratmo kepada "PR", Rabu 29 Januari 2020.

Termasuk reboisasi di hulu Citarum. Selain itu, normalisasi sodetan Citarum juga perlu dilakukan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akui Terowongan Nanjung Tak Bisa Bekerja Sendiri, Perlu 3 Proyek Pendukung Lain

Indratmo juga menilai, penanganan banjir baru akan maksimal apabila pembangunan infrastruktur lain oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sudah selesai. Diantaranya, floodway Cisangkuy dan kolam retensi di Andir, Baleendah.

"Harus menunggu pembangunan infrastruktur yang lain. Komponen (penanganan banjir) banyak sekali, termasuk normalisasi sodetan Citarum," kata Indratmo.*** 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X