Senin, 17 Februari 2020

Polres Bogor Kota Tahan 20 Tersangka Tawuran Antarpelajar, Ada Alumni Jadi Pelaku Utama

- 27 Januari 2020, 15:01 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser (kedua dari kiri) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi penanggulangan tawuran antarpelajar di Plasa Balaikota Bogor, Senin, 27 Januari 2020. Polresta Bogor Kota menyebut telah mengamankan 20 tersangka utama dalam aksi tawuran dua pekan terakhir.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/

PIKIRAN RAKYAT - Kepolisian Resort Bogor Kota memastikan telah mengamankan 20 tersangka aksi tawuran antarpelajar yang terjadi selama dua pekan terakhir. Mayoritas  berstatus pelajar, dan beberapa aktor utama tawuran berstatus alumni.

Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser merinci, 9 tersangka diamankan atas dugaan pelaku utama pada tawuran yang terjadi di Jalan Tumenggung Wiradireja, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu 22 Januari 2020 lalu. Dalam peristiwa tersebut, tiga pelajar yakni WL (17), MR (16), dan EK (18) dilaporkan terluka. Bahkan, pergelangan tangan WL putus.

Untuk tawuran antarpelajar yang menewaskan satu korban, di  Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah,  Polresta Bogor Kota mengklaim telah mengamankan empat tersangka utama. Sementara pada kasus tawuran antarpelajar di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, polisi mengamankan tujuh tersangka.

Baca Juga: Tiga Pejabat UPT Kebersihan Bandung Barat Dituntut 1,5 Tahun Penjara

“Untuk yang kasus tangannya putus itu, 9 tersangka kita amankan di polres. Kasus kedua yang Sabtu malam, ada di Bogor Utara dan Bogor Tengah. Kalau Bogor Utara, satu korban luka di punggung, sudah kita amankan di Polsek Bogor Utara, yang kasus meninggal dunia, empat tersangka diamankan di Polsek Bogor Tengah,” ujar Hendri Fiuser seusai menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut dan Antisipasi Tawuran Peserta Didik di Grha Paseban Sri Bima, Plasa Balaikota Bogor, Senin 27 Januari 2020.

Hendri mengungkapkan, secara umum, mereka yang diamankan berstatus sebagai pelaku utama yang melakukan penusukan, hingga menyebabkan korban terluka dan meninggal dunia. Beberapa di antara mereka juga ada yang berstatus sebagai alumni, bahkan mereka diduga  sebagai pelaku utama dalam aksi tawuran tersebut.

“Seperti kejadian di Bogor Tegah, salah satu pelaku utama itu alumni, yang menyebabkan dua korban, satu meninggal dunia dan satu luka berat, itu alumni.Namanya alumni kan punya kedekatan emosional,  karena pernah merasa jadi bagian, alumni jadi ikut,” ucap Hendri.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Penyebaran Virus Corona, RSUD Al Ihsan Siapkan Posko

Menurut Hendri, ada pergeseran pola dalam aksi tawuran antarpelajar di Kota Bogor. Jika dahulu aksi tawuran pelajar terjadi karena pertemuan antar anak sekolah yang berbeda, kali ini, tawuran dilakukan dengan janjian. Hal tersebut yang menyulitkan pihak sekolah dan juga polisi melakukan pengawasan secara terstruktur.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X