Selasa, 25 Februari 2020

Banjir di Kahatex Kabupaten Bandung, Objek Wisata di Garut Sepi saat Libur Imlek

- 25 Januari 2020, 21:14 WIB
SEJUMLAH pengendara melintasi banjir yang merendam ruas jalan di depan PT Kahatex, Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Sumedang, Selasa, 2016 lalu. Banjir di Kahatex terus berulang setiap hujan deras turun, hingga dikeluhkan pelaku usaha wisata.* /ARIF HIDAYAH/PR

PIKIRAN RAKYAT – Banjir lagi-lagi menggenang sekitar pabrik Kahatex, di Jalan Raya Rancaekek.

Banjir di Kahatex jadi masalah klasik, yang siap dihadapi setiap musim hujan.

Imbasnya pada banjir di Kahatex, Sabtu, 25 Januari 2020 ini, membuat obyek wisata di Garut sepi, kendati dalam momen libur Imlek.

Baca Juga: Tak Hiraukan Tekanan AS, Jerman Tetap Gunakan Huawei untuk Bangun Jaringan 5G

Hal itu diakui salah satu pelaku usaha obyek wisata di Garut, Jawa Barat, terkait penurunan minat wisatawan berkunjung ke Garut.

"Bagi para pelaku usaha wisata di Garut dengan adanya banjir Kahatex atau Rancaekek sangat merugikan," kata Humas Cipanas Indah salah satu objek wisata di kawasan Cipanas Garut, Deni Rinjani, kepada Antara.

Ia menuturkan bencana banjir yang merendam jalan utama Bandung-Garut di kawasan industri Kahatex sudah sering terjadi ketika turun hujan deras.

Baca Juga: Tiga Sungai di Bandung Meluap, Jalan Sapan-Derwati Tidak Bisa Dilewati karena Banjir

Banjir di Kahatex, kata Deni, selalu dikeluhkan wisatawan yang hendak berwisata ke Garut, bahkan ada yang sampai menanyakan terlebih dahulu kondisi di daerah Kahatex sebelum menuju Garut.

"Persoalan banjir Kahatex sebetulnya adalah klasik, sudah sejak lama, kadangkala para wisatawan juga kalau ke Garut selalu menanyakan Rancaekek banjir enggak," kata Deni.

Demikian juga kata Kepala Operasional Sibentang Private Villa Cipanas, Ivi D Sunardi.

Baca Juga: Hadapi Pilkada 2020, Hanura Siapkan Koalisi dengan PDIP

Ivi mengungkapkan, sejumlah wisatawan yang tiba di Garut mengeluhkan lamanya perjalanan ke Garut karena terjebak macet di kawasan Kahatex selama tiga jam.

"Beberapa tamu hotel semalam ada yang terjebak di Kahatex sampai tiga jam. Untungnya tamunya stayed dua malam, jadi masih ada waktu untuk stay di hotel," kata anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah Garut itu.

Ivi berharap persoalan banjir itu bisa secepatnya diselesaikan oleh pemerintah agar tidak berdampak buruk pada tingkat kunjungan wisata ke Garut maupun daerah lainnya di priangan timur.

Baca Juga: Belum Terasa, Realisasi Program One Village One Company Ridwan Kamil Dipertanyakan

Jika banjir terus terjadi, kata dia, tentunya akan merugikan pelaku wisata di Garut, termasuk wisatawan akan mengeluhkan lamanya waktu, atau membatalkan agenda wisatanya ke Garut.

"Bisa berimplikasi pada tingkat pembatalan kunjungan yang mengakibatkan potensial, lost business bagi hotel," katanya.***


Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X