Senin, 6 April 2020

Beda dengan Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat, Raja Kandang Wesi Buka Suara

- 24 Januari 2020, 16:57 WIB
Nurseno SP Utomo, Guru Besar Padepokan Bela Diri Syahbandar Kari Madi yang disebut-sebut sebgai Raja Kerajaan Kandangwesi, Pakenjeng, Garut /Aep Hendy S/KP

PIKIRAN RAKYAT - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita terkait keberadaan orang yang mengaku sebagai raja. Mereka pun mengklaim memiliki wilayah kerajaan, bahkan ada di antaranya yang mengaku daerah kekuasaannya sampai ke luar negeri.

Kerajaan yang mendadak muncul dan menjadi perbincangan warga di Indonesia di antaranya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah dengan orang yang mengaku sebagai rajanya yakni Toto Santoso. Selain itu ada juga Raden Rangga yang mengkalim sebagai petinggi atau raja Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat.

Belum mereda pemberitaan terkait kemunculan dua kerajaan itu, tak lama kemudian muncul juga berita tentang Kerajaan Selacau di Tasikmalaya, Jawa Barat meski tak seheboh pemberitaan Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire.

Baca Juga: Anggap Arie Kriting Rusak Mental Anaknya, Ibunda dari Indah Permatasari: Dia Kan Salat Dulu, Sekarang Tidak Salat Lagi

Kini, masyarakat kembali dihebohkan dengan munculnya pemberitaan kemunculan Kerajaan Kandang Wesi yang disebut-sebut berada di wilayah Desa Tegalgede, Kecamatan Pakejeng, Kabupaten Garut. Nurseno SP Utomo juga disebut-sebut sebagai raja dari Kerajaan Kandang Wesi ini.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Nurseno menyebutkan selama ini dirinya tak pernah mendeklarasikan sebagai raja. Adapun gelar raja yang disandangnya selama ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh Maskut Toyib yang merupakan Kepala Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Pada tahun 2014, saya mendapat pengakuan sebagai Raja Kandang Wesi dari Forum Komunikasi Raja-raja dan Sultan Nusantara yang diketuai Maskut Toyib. Penghargaan ini saya terima karena dianggap telah berjasa mendirikan Padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM)," ujar Nurseno saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Jalan Cimanuk, Tarogong Kidul.

Baca Juga: Unik, Melihat Masjid Agung dan Alun-alun Kota Bandung Bisa Melalui Augmented Reality

Dikatakannya, Padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM) ini didirikan sebagai tempat penggemblengan atau latihan bela diri. Padepokan ini didirikan pada tahun 1998 silam.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X