Kamis, 27 Februari 2020

Pemerintah Tetapkan Dua Daerah Super Prioritas Kopi, Kabupaten Bandung Salah Satunya

- 24 Januari 2020, 11:32 WIB
ILUSTRASI lulur kopi untuk kecantikan.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Kabupaten Bandung mendapat kehormatan dengan ditunjuk Kementerian Pertanian sebagai daerah super prioritas kopi. Tahun ini pemerintah pusat akan mendirikan pusat edukasi dan bisnis kopi Arabika di Indonesia.

"Pemerintah pusat menunjuk dua daerah untuk super prioritas pertanian yakni Kabupaten Bandung untuk kopi Arabika dan Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Barat, untuk cokelat," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran, di ruang kerjanya, Jumat 24 Januari 2020.

Lebih jauh Tisna menyatakan, luas tanaman kopi di Kabupaten Bandung sudah mencapai 12.000 hektare yang sebagian besar berada di lahan milik Perhutani dan Perkebunan.

Baca Juga: Sidang Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar Memaksa Dipilihnya Pesawat Bombardier CRJ 1000

"Sampai saat ini kelemahan pertanian kopi adalah pihak petani dalam posisi yang lemah. Petani hanya sebatas menanam sampai panen, sedangkan untuk pemasaran sepenuhnya diserahkan kepada bandar kopi," katanya.

Harga jual juga murah sekitar Rp 6.000-10.000 per kilogram apabila dijual gelondongan.

"Kalau petani bisa mengolah menjadi gabah (green Bean) harganya akan naik menjadi Rp 60.000 sampai Rp 80.000 per kilogram," katanya.

Baca Juga: Tips Gunakan Lulur Kopi untuk Kesehatan Kulit dan Rambut

Dengan penunjukan sebagai daerah super prioritas, kata Tisna, pertanian kopi akan diarahkan kepada korporasi kopi.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X