Dua Pemda Bekasi Masih Bersitegang Soal Pemisahan Aset PDAM

- 22 Januari 2020, 08:35 WIB
Logo Kota Bekasi dan Kbupaten Bekasi.* /ISTIMEWA

PIKIRAN RAKYAT - Pemisahan aset Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi masih berlangsung alot. Meski pembahasan telah digulirkan sejak 2017 silam, kedua pemerintah daerah, baik Kota maupun Kabupaten Bekasi tak kunjung bersepakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Muhammad Nuh menyatakan, aset PDAM yang berada di Kota Bekasi sebenarnya telah dihitung oleh tim apraisal. Dari hasil penghitungan diketahui aset bernilai Rp 280 miliar.

Hanya saja, dari nilai tersebut, muncul permohonan dari Pemerintah Kota BEkasi agar dirasionalkan sehingga turun menjadi Rp 199 miliar. Namun, setelah dikurangi, nilai tersebut tetap tak kunjung disetujui oleh Wali Kota Bekasi.

Baca Juga: Draft RUU Omnibus Law Beredar di Tengah-tengah Publik, Baleg Justru Belum Menerimanya

“Maka setelah diturunkan tetap saja tidak setuju. Ini yang membuat jadi tidak ada kesepakatan yang berlarut,” kata dia, Selasa 21 Januari 2020.

Pada pertemuan terakhir dengan pemkot, kata Nuh, pemkot justru memunculkan alasan baru dengan mengklaim adanya delapan aset Kota Bekasi yang dimasukkan dalam materi penghitungan aset PDAM.

“Saya pikir jangan kesitu lagi pembahasannya. Karena kan sudah dihitung dengan hitungan benar, maka seharusnya sepakati saja,” ucap dia.

Baca Juga: Beredar Video Pemerasan Seorang Pembeli di Warung Makan di Jakarta, Polisi Buru 3 Pelaku

Nuh mengatakan, sesuai dengan nota kesepahaman antara dua pemerintah daerah yang ditandatangani pada 2017 silam, pembahasan pemisahan aset akan berakhir Mei 2017.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X