Rabu, 8 April 2020

Masuk 20 Besar Daerah Rawan Bencana Nasional, Ciamis Siapkan Rp 10 Miliar untuk Penanggulangan

- 21 Januari 2020, 18:42 WIB
BUPATI Ciamis Herdiat Sunarya bersama Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso serta Komandan Kodim 0613 Ciamis Letkol. Arm Tri Arto Subagio memeriksa kesiapan peralatan untuk penanganan bencana, usai Apel Kesiagaan Bencana Tahun 2020 di Alun-alun Ciamis, Selasa, 21 Januari 2020.* /NURHANDOKO/PR

PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Ciamis menyiapkan anggaran penanggulangan bencana sebesar Rp 10 miliar, seiring masuknya daerah tersebut ke daftar 20 besar daerah rawan bencana nasional.

Berdasarkan indeks area kerawanan bencana, tatar galuh berada urutan ke-16 nasional, dan posisi ke-5, dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Jawa Barat.

“Tahun 2020 ini kami mengalokasikan anggaran melalui belanja tidak terduga (BTT) sebesar   Rp 10 miliar. Anggaran tersebut  dipakai untuk tanggap darurat. Setiap tahun, kami selalu mencadangkan anggaran penanggulangan bencana berkisar Rp 5 miliar – Rp 10 miliar, tergantung kemampuan keuangan,” tutur Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, usai Apel kesiapsigaan bencana Tahun 2020 di Alun-alun Ciamis, Selasa, 21 Januari 2020.

Baca Juga: Tetap Jalankan Program Sertifikasi Dai, Menteri Agama: yang Enggak Mau Ya Enggak Apa-apa

Apel tersebut  tidak hanya  dimaksudkan untuk mengetahui kesiapsigaan personil akan tetapi juga peralatan.

Kegiatan melibatkan seluruh komponen gabungan, di antaranya  BPBD, Damkar, personil Polres Ciamis, serta Kodim 0613 Ciamis, Satpol PP, Dishub, PMI, dan relawan lainnya.

Selain itu juga berbagai peralatan seperti perahu karet, gergaji mesin, radio komunikasi, termasuk mobil dapur umum. Alat penyelamat kecelakaan di laut dan lainnya.  

Baca Juga: Utang Rp 800.000, Pengguna Aplikasi Pinjaman Online Dipermalukan ke Seluruh Kontak Handphone

Didampingi Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso, Komandan Kodim 0613 Letkol Arm Tri Arto Subagio dan Kepala BPBD Ciamis Soekiman, dia menambahan penanganan bencana, dilaksanakan secara lintas sektoral serta melibatkan semua elemen masyarakat.

Potensi bencana yang ada, lanjut Herdiat, diantaranya banjir dan banjir bandang, pergerakan tanah, tanah longsor, angin puting beliung.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X