Selasa, 7 April 2020

Narapidana Lapas Gunung Sindur Kendalikan Industri Rumahan Pil Ekstasi di Jakarta

- 21 Januari 2020, 15:12 WIB
POLRES bogor ungkap industri rumahan produksi narkoba di Jakarta yang dikendalikan narapidana Lapas Gunung Sindur. Tersangka dan barang bukti diperlihatkan Selasa, 21 Januari 2020 di Mapolres Bogor.* /IRWAN NATSIR/PR

"Kegiatan pengungkapan kasus home industry ekstasi di daerah Jakarta Pusat ini berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan kami terkait peredaran ekstasi di wilayah hukum Polres Bogor,  yang dikendalikan oleh seorang narapidana dari dalam Lapas Gunung Sindur", ujar  Kasat Narkoba AKP Andri Alamsyah.

Baca Juga: Mengenal Deretan Komunitas Sepak Bola di Bandung, Wadah Hobi hingga Mengusung Isu Sosial

Dari pengerebekab tersebut ditemukan barang bukti berupa 1.320 pil ekstasi, 1,5Kg bubuk ekstasi, 655 butir obat sakit kepala, 53 gram sabu-sabu.

Kata Kasat Narkoba Andri Alamsyah, barang bukti tersebut ditemukan  pada saat penggerebekan yang dilakukan ini. 

Ratusan butir obat sakit kepala ini digunakan sebagai bahan campuran pembuatan Psikotropika jenis ekstasi kelas Home Industry, hasil laboratorium dari jenis ekstasi ini mengandung kandungan metamphetamine dan N-Etilpintolone.

Baca Juga: Meski Gagal Cetak Gol Minggu Ini, Jamie Vardy Tetap Pimpin Klasemen Top Skor Liga Inggris Minggu ke-24

Jenis ekstasi ini dinamakan Green NN yang beredar pada wilayah Jabodetabek. Harga yang dijual per butir dari jenis Psikotropika industry rumahan ini beriksar antara Rp 450.000-800.000 per butir.

"Walau diproduksi secara home industry, namun efek yang dihasilkan dari jenis ekstasi ini lebih buruk dari jenis ekstasi pada umumnya,  sehingga mengakibatkan efek  fly lebih dari 10 jam dan ini  jelas sangat merusak dan meresahkan", kata Kapolres Bogor  Muhammad Joni.

Menurutnya, kegiatan pengungkapan pabrik home industry ekstasi ini telah membantu menyelamatkan 32.000 generasi penerus bangsa dan warga masyarakat. 

Dalam kasus ini, pemilik home industri pil ekstasi HS  dijerat pasal 113 ayat (1),  pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman Hukuman Pidana penjara minimal 25 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X