Selasa, 7 April 2020

Mengupas Pemikiran Bacalon Wali Kota Depok di Pilkada 2020, Solusi ala Milenial dan 6 Masalah Laten

- 21 Januari 2020, 15:34 WIB
TENGARA Kota Depok.* /ROHMAN WIBOWO/PR

“Cari tahu potensinya, lalu fasilitasi mereka. Dengan begitu, mereka bisa mendapat pekerjaan sesuai bakat dan minatnya,” ujarnya.

Terkait masalah kemacetan, dia menjelaskan, bermacet ria di jalan akan tetap jadi makanan sehari-hari warga Depok.

JALAN MArgonda Raya, Depok.*
JALAN MArgonda Raya, Depok.*

PEMULUNG di Jalan Margonda Raya, Depok. Selain kemacetan, kemiskinan menjadi masalah laten di Depok yang mendesak untuk diatasi.*
PEMULUNG di Jalan Margonda Raya, Depok. Selain kemacetan, kemiskinan menjadi masalah laten di Depok yang mendesak untuk diatasi.*

Hal itu terjadi selama kebijakan pembangunan dan aktivitas perekonomian masih berpusat hanya di Margonda.

Berkenaan dengan pelayanan publik, dia menegaskan, setiap warga Depok harus diberi layanan terbaik, tanpa terkecuali. Salah satunya adalah meyediakan ruang terbuka hijau publik.

“Keberadaan RTH publik wajib ada. Pembangunan yang butuh lahan jangan sampai menganggu hak ekologi masyarakat. Sudah saatnya pembangunan berdampingan dengan kelestarian lingkungan,” ucapnya.

Kata bacalon milenial, pasangan Yurgen Sutarno dan Reza Zaki

Di kubu yang lain, calon independen, Yurgen Sutarno dan Reza Zaki—yang muncul sebagai perwakilan kalangan milenial—menegaskan bahwa kunci atas permasalahan di Depok terletak pada seberapa cakapnya design thinking dan design action yang digarap pemimpinnya. 

Bagi mereka, masalah laten di Depok berkutat seputar tingkat kemacetan yang tinggi, daya beli masyarakat yang masih rendah, minimnya pelayanan dan fasilitas publik, serta menjamurnya jumlah pengangguran.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x