Minggu, 29 Maret 2020

Depok Krisis Ruang Terbuka Hijau, Transparansi Jadi Soal

- 21 Januari 2020, 13:12 WIB
ALUN-ALUN Depok di Jalan Boulevard, Kawasan Grand Depok City.* /ASPRILLA DWI ADHA/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau atau RTH di Depok belum ideal. Hingga akhir 2019, pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan hidup (DLHK) mengklaim jumlah RTH mencapai 11 persen dari total kewajiban 30 persen.

Kewajiban itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Disebutkan bahwa pemerintah daerah kota wajib menyediakan 30 persen dari luas kawasan kota untuk RTH.

Area itu terdiri atas 20 persen kewajiban murni pemerintah kota (RTH publik) dan 10 persen dari masyarakat atau swasta (RTH private).

Area yang termasuk RTH publik dalam Undang-Undang tersebut antara lain taman kota, taman hutan kota, taman pemakaman umum, serta jalan hijau sepanjang jalan, sungai, dan pantai.

Baca Juga: Saat Ridwan Kamil Dibandingkan dengan Ganjar Pranowo, Anggota DPRD Jabar: Gubernurnya Lebih Keren dan Ramah

loading...

Baca Juga: Gelaran Forum Ekonomi Dunia Davos 2020 Didominasi Greta Thunberg Effect

ALUN-ALUN Depok di Jalan Boulevard, Kawasan Grand Depok City.*
ALUN-ALUN Depok di Jalan Boulevard, Kawasan Grand Depok City.*

Fungsi RTH dalam kota penting karena semakin banyak dan berkualitasnya RTH, dampak bencana alam seperti banjir, bisa diminimalisasi.

Selain itu, RTH memengaruhi kualitas udara dan sebagai ruang publik untuk berinteraksi.  

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X