Senin, 24 Februari 2020

Menelusuri Makna Samida dalam Prasasti Batutulis, Jadi Peninggalan Terakhir Kerajaan Pajajaran

- 21 Januari 2020, 08:12 WIB
Peneliti tumbuhan senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Usep Soetisna (kedua dari Kanan) menyampaikan bibit Samida kepada Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua dari kiri) dalam Bincang Museum dengan tema Jejak Samida di Prasasti Batutulis di Museum Tanah,Kota Bogor, Senin (20/1/2020). Samida dinilai sebagai pohon pusaka Karena disebutkan dalam Prasasti. * /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Samida, seolah menjadi sebuah catatan terakhir Kerajaan Pajajaran yang terpahat dalam Prasasti Batutulis, di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Konon, kalimat dalam pahatan Prasasti Batutulis dibuat oleh Prabu Surawisesa, putra dari Sri Baduga Maharaja pada era 1533, tepat 12 tahun setelah sang ayahanda berpulang.

Hingga saat ini, belum banyak yang menelusuri dan mencari tahu secara detail, apakah Samida yang dimaksud pada baris ketujuh prasasti tersebut adalah nama pohon, atau nama hutan, atau justru nama sebuah hutan larangan.

Baca Juga: Tak Usah Membanding-bandingkan, Para ASN Diminta untuk Hemat

Peneliti tumbuhan senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) usep Soetisna menuturkan, Samida adalah kata sansekerta yang berarti suguhan dalam ritual api, sebuah pemujaan Dewa Agni (dewa api). Dahulu, kayu Samida digunakan oleh penganut Hindu sebagai bagian dari ritual pembakaran mayat.

Mengacu pada  kalimat yang tertera pada Prasasti Batutulis, yakni "membuat samida", Samida dalam hal ini diartikan sebagai hutan larangan atau saat ini bisa diartikan sebagai hutan konservasi. 

"Merujuk pada Konsep Samida dalam Prasasti Batutulis, bisa jadi di Bogor diharapkan ada hutan buatan. Apalagi Prasasti Batutulis dibuat untuk mengenang kebesaran Sri Baduga. Prasasti itu menjadi warisan berharga untuk dikembangkan dan ditumbuhkan di kemudian hari," kata Usep dalam Bincang Museum dengan tema Mengenal Pohon Samida melalui Prasasti Batutulis di Museum Tanah, Kota Bogor, Senin 20 Januari 2020. 

Baca Juga: Dua Satwa Langka Kukang Diserahkan ke BKSDA, Kesadaran Warga Kian Meningkat

Menurut Usep, jika dikaitkan dengan arti hutan larangan, Samida di sini bisa jadi berkaitan dengan Keberadaan Kebun Raya Bogor. Mengacu pada Prasasti Batutulis, Kebun Raya Bogor bisa berusia tak kurang dari 500 tahun. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X