Selasa, 26 Mei 2020

Blanko KTP Ludes dalam Sepekan Akibat Tak Sebanding dengan Tingkat Kebutuhan

- 21 Januari 2020, 06:58 WIB
KTP.* /DOK PIKIRAN RAKYAT

PIKIRAN RAKYAT - Hanya dalam waktu sepekan, kiriman 2.000 keping blanko KTP elektronik ludes. Padahal kebutuhan dan permohonan pengajuan KTP elektronik semakin bertambah, seiring bertambahnya warga yang berhak memiliki identitas KTP maupun warga yang sudah lama mengajukan namun belum mendapatkannya.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cirebon, Eli Hayati,pada 10 Januari lalu, Disdukcapil Kota Cirebon mendapatkan alokasi blangko sebanyak 2 ribu keping. 

Sesuai arahan dari Dirjen Dukcapil, blangko sebanyak itu digunakan untuk mencetak Print Ready Record (PRR), mencetak akibat perubahan elemen data, mengganti yang hilang atau rusak karena bencana serta mengganti yang hilang atau rusak bukan karena bencana. 

Baca Juga: Polisi Masih Telusuri Pemilik Ladang Ganja di Gunung Guntur Garut, Diduga Warga Sekitar

“Dalam sehari kami bisa mencetak hingga 250 keping KTP elektronik,” ungkap Eli. 

Sehingga dalam jangka waktu 8 hari, 2 ribu blangko KTP elektronik tersebut habis.

“Namun saat persediaan tinggal 500 keping, kami bisa mengajukan lagi ke Ditjen Dukcapil,” ungkap Eli.

Ditambahkan Eli, sejak Juli 2019 lalu mereka kehabisan blangko KTP elektronik. Sejak itu Disdukcapil hanya bisa menerbitkan surat keterangan (suket).

Baca Juga: PRAKIRAAN CUACA HARI INI: 21 Januari 2020, Sebagian Wilayah Bandung Diguyur Hujan Sedang dan Ringan pada Siang Hari

"Suket yang telah diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Cirebon sudah lebih dari 11 ribu," katanya.

Dikatakannya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon memberikan prioritas bagi warga korban banjir yang dokumen kependudukanya rusak. 

Mereka diminta segera mengurus karena penggantian segera dilakukan. Eli mempersilahkan korban banjir untuk datang ke kantor Disdukcapil, karena ada alokasi khusus korban banjir.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Wilayah Kota Bandung Hari Ini, 21 Januari 2020

"Bagi yang dokumen kependudukannya rusak karena banjir, silahkan langsung datang kesini. Kami akan prioritaskan,” ungkap Eli, Senin 20 Januari 2020. 

Namun hingga sepekan pascabanjir besar, katanya, belum ada korban banjir yang mendatangi dan mengurus kerusakan dokumen baik itu kartu tanda penduduk maupun kartu keluarga dan dokumen lainnya.

“Mungkin mereka memang sudah bersiap untuk menghadapi banjir, sehingga dokumen penting sudah diamankan," ungkap Eli. 

Meski drmikian, Eli menungkapkan, pihaknya tetap menerima jika ada warga korban banjir yang dokumen kependudukannya rusak dan segera diganti.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X