Selasa, 18 Februari 2020

Tawuran Semakin Meningkat, Pemkot Cirebon Khawatirkan Anggapan Kota yang Tak Aman

- 20 Januari 2020, 07:04 WIB
ILUSTRASI tawuran pelajat.*/DOK. PR /null

PIKIRAN RAKYAT - Seringnya aksi tawuran yang ekskalasinya semakin meningkat, sampai memakan korban meninggal, membuat khawatir semua kalangan masyarakat. 

Aksi tawuran antargeng motor yang terjadi belum lama ini, sampai memakan korban dua remaja tewas sia-sia.

Apalagi tidak sedikit aksi-aksi tawuran yang justru dilakukan kalangan pelajar, yang menjadi tumpuan harapan masa depan bangsa.

Baca Juga: Tebus Hasil Buruk di Tahun 2019, Greysia-Apriyani Juara di Sektor Ganda Putri Indonesia Master 2020

Kondisi tersebut disikapi serius oleh Polres Cirebon Kota dan Pemkot Cirebon dengan membahas secara khusus fenomena tersebut sekaligus membahas upaya mengantisipasi dan solusinya. Seluruh pemangku kepentingan pun diundang untuk ikut memberikan saran dan masukan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengungkapkan, rapat koordinasi antara Polres Cirebon Kota dengan Pemda Kota Cirebon terkait tawuran dipimpin Penjabat Sekda Kota Cirebon Anwar Sanusi.

"Persoalan tawuran yang marak terjadi ini dipastikan akan mengganggu dan menghambat kebijakan wali kota, karena bisa memunculkan anggapan Kota Cirebon ini tidak aman," katanya akhir pekan lalu.

Baca Juga: Dejavu, The Minions Kembali Kalahkan Seniornya di Final Indonesia Master 2020

Dikatakannya, dengan perkembangan teknologi informasi, ekskalasi tawuran semakin lama semakin meningkat, bukan hanya dalam intensitasnya namun juga frekeuensinya.

"Mereka para pelaku tawuran memanfaatkan media sosial khususnya Instagram untuk menyebarkan tantangan, sehingga bisa menyebar dalam waktu cepat dengan tingkat kesiapan yang mengkhawatirkan," jelasnya.

Dikatakannya, tim Cyber Polres Cirebon Kota sudah bekerja maksimal, baik sebagai upaya atau kegiatan preventif maupun represif, dan sudah bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga: Meghan Markle dan Suami Putuskan Keluar dari Kerajaan Inggris, Mantan Kekasih Pangeran Harry Buka Suara

"Namun kami terkendala dengan kewenangan karena penanganan masalah tawuran haruslah komprehensif yang membutuhkan strategi bersama serta tidak ada ego sektoral," paparnya. 

Sebenarnya, katanya, sejumlah upaya sudah dilakukan, diantaranya pembinaan baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

"Kesbangpol sudah membentuk tim deteksi dini untuk mengantisipasi kejadian tawuran," katanya.

Baca Juga: Anak-anak Dilibatkan dalam Pilkades, Bisa Bahayakan Keselamatan hingga Kondisi Kejiwaannya

Namun sepertinya, kejadian tawuran tidak semakin berkurang, tapi malah bertambah.

Dalam rapat terungkap juga kemungkinan penyebab tawuran dari mulai lemahnya sistem atau kurikulum pendidikan, lemahnya pola didik di keluarga, dan tidak tersalurkannya energi remaja yang berlebihan.

Selain kemungkinan penyebab, sejumlah saran solusi juga terungkap, diantaranya perlunya pendidikan karakter di tingkat dini serta kolaborasi setiap unsur. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X